0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menperin : Penerapan Green Industry Tidak Bisa Dilakukan Sekejap

timlo.net/aditya wijaya

Menteri Perindustrian Saleh Husein saat mengunjungi pabrik susu Sari Husada Klaten

Klaten — Tidak hanya membahas peluang investasi bidang pengolahan susu, kunjungan Menteri Perindustrian (Menperin) ke PT Sari Husada di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Kamis (17/9), juga sebagai bentuk dukungan kepada perusahaan hijau alias ramah lingkungan (green industry).

“Saya surprise begitu masuk areal pabrik ini yang terlihat sangat hijau. Apalagi (Sari Husada) mendapat predikat proper hijau dari Lingkungan Hidup. Ini harus diikuti perusahaan lainnya,” kata Menperin Saleh Husein, Kamis (17/9).

Ditambahkannya, pemerintah saat ini menawarkan paket kebijakan ekonomi demi mempermudah dunia usaha. Diantaranya perijinan seperti pemberian insentif, fiskal melalui tax holiday, tax allowance. Sehingga dunia usaha di Indonesia bisa kondusif, lebih produktif dan bersaing dengan produk dari negara lain.

Disinggung kemudahan ijin usaha yang berakibat pada tergerusnya lahan pertanian serta jauh dari green industry, Saleh tak menampiknya. Menurutnya, penerapan green industry tidak bisa dilakukan perusahaan dalam waktu sekejap.

“Tidak mungkin semuanya saklek. Tentu ada yang butuh waktu untuk berproses menuju industri hijau. Malah bisa menutup lapangan pekerjaan juga kan. Intinya ke depan kita menginginkan (perusahaan di Indonesia) pada akhirnya menuju industri hijau,” jawabnya.

Sementara itu, Plant Manajer PT Sari Husada, I Ketut Muara Nata mengatakan, sejak 2011 pihaknya sudah berfokus pada program green industry. Diantaranya, penghematan air 1 sampai 2 persen per tahun, pemangkasan CO2, hingga limbah susu diolah menjadi gas metana yang diolah menjadi listrik.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge