0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sengketa Sriwedari, Presiden Diminta Turun Tangan

timlo.net/daryono

Agus Anwari

Solo – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta turun tangan untuk bisa mengembalikan Sriwedari menjadi milik negara. Hal itu menjadi salah satu poin pernyataan sikap (bukan petisi seperti disebutkan sebelumnya) yang tengah disusun tim 5. Pekan depan, pernyataan sikap dikirim kepada Presiden dan pihak terkait lainnya.

“Intinya mengembalikan Sriwedari ke pangkuan negara. Kami minta Presiden untuk mengambil tindakan nyata di hari-hari ini sampai putusan PK (Peninjaun Kembali),” kata salah satu anggota tim 5, Agus Anwari saat ditemui wartawan, Kamis (17/9).

Menurut Agus, selain dikirim ke Presiden, surat pernyataan akan dibacakan juga pada 29 September 2015 di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Setelah dibacakan, surat itu akan diberikan juga kepada Ketua PN.

Dalam pandangan tim 5, papar Agus, Sriwedari merupakan kawasan cagar budaya dengan mengacu pada Undang-undang No 11 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya. Sebagai kawasan cagar budaya, Sriwedari tidak bisa dimiliki oleh individu. Penetapan sebagai kawasan cagar budaya sudah dilakukan pada masa Walikota Imam Soetopo.

“Jadi, sebenarnya dari sisi undang-undang sudah clear. Saat putusan MA itu, menurut saya dia (hakim) tidak memperhatikan itu. Putusan MA itu kan 2012, UU Cagar Budaya lahir di tahun 2010. Harusnya (UU 11/2010) menjadi pertimbangan,” jelas dia.

Disingungg apakah sudah ada komunikasi dengan Presiden Joko Widodo, Anwar mengaku sudah ada komunikasi melalui komunikasi jaringan. Namun demikian, Anwar belum mengetahui sejauh mana respon Presiden.

“Tetapi, paling tidak ada titik temu yang sama antara ekspektasi masyarakat dengan Presiden,” ujar dia.

Untuk diketahui, tim 5 merupakan tim yang dibentuk oleh seniman dan budayawan di Solo menyikapi rencana eksekusi Sriwedari. Tim ini terdiri pengacara Sutarto, Presidium Komunitas Peduli Cagar Budaya Nusantara (KPCBN) Agus Anwari, pengamat politik MT Arifin, akademisi Bambang Irawan dan wartawan senior Muchus Budi Rahayu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge