0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Heboh, Salawat Pakai Lagu “Sakitnya Tuh Disini”

dok.merdeka.com

Video Salawat Pakai Lagu "Sakitnya Tuh Disini"

Timlo.net – Video salawat dengan iringan musik dangdut “Sakitnya Tuh Disini” heboh di media sosial. Video tersebut merupakan rekaman peringatan Hari Maulid Nabi, Rabu (21/1) lalu oleh warga di Sampang, Madura.

Suasana yang tiba-tiba khusyuk seketika berubah ramai dengan beberapa warga yang berjoget mengikuti irama musik. Acara selawat menggunakan nada dangdut ini diabadikan melalui video kemudian diunggah oleh akun Shofiya Majeed ke media sosial Youtube dengan judul “Sholawat, lagu: Sakitnya Tuh Disini”.

Sebenarnya, bolehkan bersalawat dengan mengubah langgam yang selama ini dipakai seperti pakai langgam dangdut. Menanggapi hal ini, Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub tidak membenarkan mengubah langgam salawat. Menurutnya, lagu yang digunakan dan joget yang dilakukan warga sudah mencerminkan sikap tidak menghormati Nabi Muhammad.

“Tidak dibenarkan yang seperti itu. Dari lagunya, jogetnya itu akhirnya itu tidak menghormati kepada siapa kita bersalawat,” Kata Yaqub, Kamis (17/9).

Yaqub mengatakan, bersalawat harus mengikuti lima ketentuan yang berlaku. Seperti huruf harus dibaca dengan jelas, dan panjang pendek (tajwid) yang tepat.

“Kalau panjang pendeknya (tajwid) berbeda itu sudah berbeda makna, apalagi ini kan doa,” imbuh Yaqub.

Selain itu, nada yang digunakan bukanlah lagu orang-orang fasik, tidak memaksakan diri untuk bersalawat mengikuti lagu, dan harus dilakukan dengan tata krama. Menurutnya, jika salawat disesuaikan lagu akan mengubah tajwid dalam selawat itu sendiri.

“Harus pakai kaidah yang ada. Hurufnya tetap, panjang pendeknya tetap ada. Kalau yang pendek dipanjangkan itu sudah mengubah makna. Apalagi dengan joget itu sudah melecehkan, tidak ada tata krama seperti yang sudah saya sebutkan,” terang dia.

[has]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge