0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia Jagongan Batik ala UNIBA

dok.timlo.net/tyo eka
Jagongan Batik di UNIBA Solo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Praktisi, pengusaha, akademisi dan pembatik, Kamis (17/9)  berkumpul dan berbicara di Kampus Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta, yang dikemas dalam bentuk Jagongan, dan ini membicarakan tentang batik. Diantara yang hadir dan bicara adalah Guru Besar UKSW Prof Dr Ir Sony Heru Priyanto MM, Sekretraris Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan, pengusaha batik Solichul Hadi, dan sebagainya.

“Kami sebut Jagongan Batik, dan sudah berlangsung hingga 6 kali, tiap tiga bulan sekali,” ujar Rektor UNIBA, Prof Endang Siti Rahayu usai membuka acara Jagongan Batik, di Kampus UNIBA, Solo, Kamis (17/9).

Dalam Jagongan Batik tersebut, Prof Sony mengemukakan usaha batik mulai tumbuh kembali, setelah sempat pudar lama. Terutama keberadaan pembatik. Salah satunya melalui tumbuhnya kepercayaan terhadap batik, penguasaan ketrampilan batik oleh para pengusaha batik, manajemen, dan sebagainya.

“Sekarang ini pengusaha batik musti berbenah diri dalam memandang usaha batik kedepan. Salah Satunya pengusaha harus mau mencoba dan kreatif,” ujarnya.

Pada acara yang sama, Solichul Hadi mengemukakan bahwa pengusaha batik hendaknya jeli terhadap peluang yang berkembang di masyarakat, terutama menyangkut informasi pasar. Kalau jeli, niscaya pengusaha batik akan kreatif dan tidak kehilangan moment yang seharusnya bisa untuk lebih mengembangkan produksi batiknya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge