0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak Diculik, Dijadikan Pengamen

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Seorang anak di bawah umur, An (12), diduga menjadi korban penculikan. Sang penculik, Dahlan (35) membawa lari korban untuk dijadikan sebagai pengamen jalanan.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Arif Mansur mengatakan, Dahlan yang merupakan warga Kelurahan Mesat Seni, Kota Lubuklinggau ditangkap anggota Satreskrim Polres di terminal setempat pada Senin (14/9) sekitar pukul 09.30 WIB saat asyik ngamen.

Dia menjelaskan, awal terungkapnya dugaan penculikan anak di bawah umur warga Kelurhanan Panoram, Kota Bengkulu itu, anggotanya menemukan korban di Jalan Yos Sudarso, Simpang Lampu Merah RCA Kota Lubuklinggau, Minggu (13/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ketika ditanya anak itu mengaku dari Kota Bengkulu dan dibawa tersangka Dahlan ke Kota Lubuklinggau tanpa sepengetahuan orangtuanya.

“Saat itu kita koordinasi dengan Polda Bengkulu bahwa ditemukan dugaan penculikan karena saat itu korban yang kebingungan di simpang lampu merah nenteng bungkusan baju wara wiri mencari kendaraan jurusan Bengkulu,” ujarnya, Kamis (17/9).

Korban dibawa ke Mapolres Lubuklinggau dan dimintai keterangan, ternyata cocok dengan laporan pihak Polda Bengkulu bahwa anak itu hilang ke arah Kota Lubuklinggau.

Akhirnya korban kabur ketika Dahlan sedang mandi, lalu anggota Polres Lubuklinggau langsung meluncur melakukan penangkapan.

“Tersangka kita bekuk saat sedang ngamen di Terminal Kalimantan tak jauh dari kantor Polres Lubuklinggau,” tuturnya.

Sedangkan An sudah dipulangkan ke Bengkulu didampingi anggota unit Remaja Anak dan Wanita (Renata) Polres Lubuklinggau bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID).

Berdasarkan keterangan tersangka, dirinya pernah mengamen di Bengkulu dan mengaku menculik korban karena suka dengan anak kecil. Setelah sampai di Lubuklinggau korban hanya ditinggalkan di rumahnya sendirian.

Namun tersangka sempat membantah bukan melakukan penculikan, tapi korban datang ke tempat dia menginap diantar oleh seseorang. Saat itu dia sempat menolak untuk membawa korban ke Lubuklinggau, namun korban tetap mau ikut karena sudah diberikan uang Rp 100 Ribu.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge