0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dispertan Klaten Intensif Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Mantri hewan Pasar Hewan Prambanan, Margito (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten semakin mengintensifkan pengawasan kesehatan terhadap hewan kurban, khususnya di wilayah perbatasan. Salah satunya seperti yang terlihat di Pasar Hewan Prambanan.

“Sejak sepekan terakhir kita mulai intensif melakukan pemeriksaan agar tidak terjadi hewan kurban sakit yang dipotong,” ungkap Petugas Teknis Peternakan Dispertan Kecamatan Prambanan, Margito, Rabu (16/9).

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban tak hanya saat pasaran Pon dan Legi berdasarkan kalender Jawa di Pasar Hewan Prambanan itu, tapi juga menyasar pengepul serta peternakan.

Dari hasil pemeriksaan itu, mayoritas sapi dalam kondisi sehat. Hal ini untuk mencegah beberapa penyakit yang menjangkiti hewan kurban agar tidak dikonsumsi manusia.

“Pilih sapi akhil balik yang berumur dua tahun dan tanggal giginya. Jangan yang cacat. Kondisi sehat serta harus gemuk,” beber mantri hewan asal Dukuh Keniten, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman ini menjelaskan tips memilih sapi kurban.

Meski sehat secara fisik, Margito berpesan, masyarakat jangan sembarangan mengonsumsi hewan yang sudah disembelih. Salah satunya mewaspadai cacing pada hati sapi. Ciri-cirinya bisa dilihat dari warna, bentuk, dan kekenyalan daging.

“Kalau daging berwarna merah tua, dan lembek saat dipegang, artinya aman dikonsumsi. Tapi jika berwarna kekuningan, terlihat menggelembung, dan keras, jangan dikonsumsi. Selain itu, wadahi daging dengan tas plastik berwarna putih, jangan yang hitam,” sambungnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge