0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Tembakau Tinggi, Petani Terkendala Cuaca

timlo.net/nanin

Petani jemur tembakau

Boyolali – Memasuki puncak panen, harga tembakau sangat tinggi. Sebab pabrik mulai menerima tembakau dari petani, sehingga harga mulai stabil. Kondisi ini berbeda saat awal musim panen, harga tidak stabil. Meski begitu, petani tembakau di lereng Gunung Merapi Merbabu terkendala cuaca yang tidak menentu.

“Harga tembakau saat ini berkisar Rp 7.500 – Rp 8.000 per kilogram daun basah dan Rp 50 ribu – 65 ribu per kilogram daun kering, harganya lebih bagus dibandingkan panen tahun lalu,” ungkap salah satu petani tembakau asal Desa Samiran, Selo, Widodo, Rabu (16/9).

Dijelaskan, petani sempat khawatir bila harga tembakau rendah, menyusul saat awal panen, kwalitas daun tembakau sangat buruk. Sehingga pihak pabrikan banyak yang menolak tembakau petani. Namun, di puncak panen, harga justru tinggi. Kondisi ini dinilai sangat menguntungkan petani.

“Tapi sekarang gudang-gudang pabrikan sudah menerima dan harganya cukup bagus,” imbuhnya.

Disisi lain, sejumlah petani mengeluhkan kondisi cuaca yang tidak menentu. Pasalnya, di kawasan gunung seringkali cuaca mendung sehingga petani terpaksa membawa hasil panenan mereka ke bawah yang lebih panas.

“Harus dijemur di bawah sinar matahari, kalau tidak kering benar, tembakau bisa berjamur dan harga turun,” ujar petani lain, Partono.

Untuk itu, dirinya bersama dengan petani lain harus memburu lokasi dengan sinar matahari yang cukup. Seperti misalnya di Boyolali Kota, Mojosongo hingga Banyudono. Belum lagi, mereka harus antri di jalur SSB yang merupakan jalur utama Selo-Boyolali. Kondisi ini mengakibatkan biaya pengeringan menjadi membengkak.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge