0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perbankan Didorong Ikut Andil dalam Proyek Efisiensi Energi

timlo.net/setyo pujis

Kasubdit Bimbingan Teknis Dan Kerja Sama Konservasi Energi Kementerian ESDM, Arief Heru Kuncoro (kiri) didampingi Deputi Direktur Arsitektur Perbankan Departemen Penelitian Dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Abdul Rahman dalam acara Capacity Building Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi bagi Lembaga Jasa Keuangan dan Perbankan di Solo Paragon Hotel & Residences.

Solo – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dorong perbankan ikut terlibat dalam pembiayaan proyek efisiensi energi. Pasalnya dalam proyek tersebut memiliki potensi investasi yang cukup besar untuk bisa dimaksimalkan.

“Untuk mendorong pihak perbankan dalam pembiayaan proyek efisiensi energi, kita dari  Kementrian ESDM bekerjasama dengan OJK akan membuat buku pedoman yang nantinya bisa digunakan refrensi dalam menyalurkan pembiayaan,” ujar Kasubdit Bimbingan Teknis Dan Kerja Sama Konservasi Energi Kementerian ESDM, Arief Heru Kuncoro disela kegiatan Capacity Building Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi bagi Lembaga Jasa Keuangan dan Perbankan di Solo Paragon Hotel & Residences, Rabu (16/9).

Dirinya mengatakan, potensi investasi efisiensi energi didalam negeri saat ini cukup tinggi. Bahkan dari riset yang telah dilakukan, pada tahun 2013 dan 2014 menembus angka Rp 1 Triliun, dan angka tersebut terus akan bertambah setiap tahun seiring tingginya tingkat kebutuhan dari para pelaku industri.

“Oleh karena itu dengan adanya sinergi dari berbagai pihak harapan kita peluang ini bisa lebih dimaksimalkan,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Arsitektur Perbankan Departemen Penelitian Dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Abdul Rahman, dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, jika potensi pembiayaan proyek tersebut disetiap daerah berbeda-beda. Kendati demikian OJK ikut mendorong agar program efisiensi energi bisa berjalan dengan lancar.

“Meskipun potensinya tinggi, namun yang perlu diperhatikan oleh perbankan adalah prinsip kehati-hatian. Karena biaya yang akan disalurkan nantinya juga besar,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge