0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

9 Pelajar SMP Terlibat Curanmor Dapat Pendampingan

Kanit Rekrim Polsek Jebres AKP Widodo (kiri) menerima perwakilan dari Yayasan Sahabat Kapas guna membahas kasus Curanmor dengan pelaku anak di bawah umur (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dengan pelaku 9 pelajar SMP mengundang keprihatinan dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah dari Yayasan Sahabat Kapas Solo serta Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Dinas Sosial. Mereka mengunjungi Polsek Jebres untuk menanyakan terkait penanganan kasus tersebut.

“Kedatangan kami ke sini untuk berkoordinasi menangani kasus pencurian dengan pelaku sembilan anak yang masih di bawah umur,” kata Koordinator Sahabat Kapas, Dian Sasmita, Rabu (16/9) siang.

Pihaknya khawatir stigma negatif anak akan terus melekat. Padahal, dalam fase tersebut anak seharusnya mendapat perlakuan sebagaimana mestinya tanpa embel-embel negatif, baik dari lingkungan masyarakat maupun sekolah.

“Jika lingkungan maupun sekolah telah melabeli anak pelaku pencurian ini dengan stigma negatif dikhawatirkan mereka akan tumbuh dengan pola pikir menyimpang. Nantinya, ini akan berpengaruh saat mereka telah dewasa nanti,” jelasnya.

Sementara, perwakilan Sakti Peksos Dinsos Solo, Sa’ad Mas’ud mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan, baik dari pihak keluarga maupun pribadi para bocah pelaku pencurian kendaraan bermotor.

“Akar permasalahan harus kita temukan. Maka dari itu, kami akan lakukan pendampingan dengan pihak terkait supaya mereka tidak mengulangi perbuatan negatif mereka lagi,” jelasnya.

Dalam kunjungan yang dilakukan tersebut, mereka diterima Kanit Reskrim Polsek Jebres AKP Widodo. Dituturkan, dalam penanganan Anak Bermasalah Hukum (ABH) pihaknya berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakat (Bapas) Solo untuk melakukan langkah yang harus diambil. Sejauh ini, lanjut Kanit, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kepihak Bapas untuk menentukan langkah ke depan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah ke depan. Apakah akan diambil proses diversi atau proses hukum tetap berlanjut,” terang AKP Widodo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge