0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kaskus Komentari Kasus Penipuan Rekber Black Panda

Logo Kaskus. (Dok: Timlo.net/ Kaskus.)

Timlo.net—Belakangan ini, para pengguna Kaskus (Kaskuser) dihebohkan dengan dugaan penipuan yang dilakukan oleh sebuah akun rekening bersama (rekber). Layanan rekber ini dikelola oleh seorang pengguna berinisial RW dengan nama BlackPanda. Dikatakan jika RW telah menggelapkan ratusan orang di forum itu dengan nilai lebih dari Rp 500 juta. Kasus ini mulai mencuat sejak 3 September 2015, di mana beberapa Kaskuser yang menggunakan jasa rekber itu mengeluhkan jika uang mereka belum dicairkan.

Beberapa hari kemudian, seorang Kaskuser, Bisbet membuat sebuah thread di mana dia menuduh Blackpanda menjadi buronan penggelapan dana rekening bersama melalui portal Kaskus.

“Pake rekber aman? SALAH BESAR, tinggal tunggu waktu rekber-rekber lain ngikutin jejak modus si blackpanda ini,” tulis Bisbet, pada 11 September 2015. Sehari kemudian, BlackPanda menulis pengumuman di Kaskus, jika mereka berhenti melayani transaksi sementara. Alasan yang dikemukakan adalah karena adanya selisih antara pembukuan dan saldo di bank. “Saat ini kami sedang melakukan audit, perkembangan lebih lanjut akan kami kabari.”

Pada hari yang sama mereka juga menambahkan, “Pagi ini dan kemarin, blackpanda trf ke hampir semua rekening tujuan. Walau tidak full, mhn nominal tersebut diterima dulu sebagai itikad bahwa saya masih mengurusi dan tetap sanggup membayar sampai dana agan2 lunas.  Darimana? Saya akan carikan pinjaman dan tentusaja juga dari hasil kerja saya di offline. Mohon keikhlasan waktunya untuk menunggu. Mksh.”

Rekening bersama adalah salah satu layanan jasa yang umum dipakai Kaskuser yang melakukan transaksi jual beli di forum itu. Pengelola rekber adalah pihak ketiga yang menampung uang pembeli saat mereka bermaksud membeli barang atau jasa. Bila sudah ada konfirmasi dari pembeli jika barang sudah sampai, maka pengelola rekber akan mengirim uang ke penjual yang bersangkutan. Adanya rekber ini bermaksud untuk mencegah penipuan dalam transaksi jual beli online. Ironisnya, kali ini justru pengelola rekber yang diduga melakukan penipuan.

Tentunya hal ini membuat banyak pengguna Kaskuser yang aktif melakukan jual beli merasa waswas. Pihak Kaskus pun ikut angkat bicara mengenai peristiwa ini. Founder Kaskus, Andrew Darwis berkata bahwa pihaknya sedang berusaha melakukan mediasi antara Kaskuser dengan pihak rekber BlackPanda.

“Iya, kita lagi bantu mediasi dan komunikasi antara Kaskuser sama pemilik rekber blackpanda,” ujarnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Minggu (13/9).

Kasus ini, kata Andrew membuat para pengguna yang kehilangan uangnya marah besar. Bahkan ada pengguna yang membuat thread ‘wanted dead or alive’. “Yang duitnya hilang pada marah. Makanya sampe ada thread wanted dead or alive,” tambahnya.

Menurut Andrew, hingga Minggu (13/9) belum ada pihak yang dirugikan yang melapor ke kepolisian. Jika ada yang sudah melapor, Kaskus bersedia memberikan data-data yang diperlukan.

“Itu tergantung laporan dari Kaskuser, karena Kaskus bukan korban jadi gak bisa lapor ke polisi. Tapi, nanti kalau sudah ada laporan polisi, kemudian polisi minta data dan lain sebagainya, baru kita kasih,” terangnya.

Kaskus sendiri sebenarnya sudah memiliki official rekber. Namun, rekber resmi ini belum dipublikasikan kepada para Kaskuser. Sayang, Andrew tidak menyebutkan alasan rekber itu belum dibuka bagi seluruh Kaskuser.

“Kita sebenernya udah ada official rekber. Tapi emang belum di open untuk semua Kaskuser. Harapannya supaya gak ada kejadian seperti ini lagi,” tuturnya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge