0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Solo Batal Ambil Kereta Uap Ambarawa

Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik
Sepur kluthuk Jaladara melintas di Jl Slamet Riyadi Solo (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo – Pemerintah Kota Solo batal mengambil kereta api uap dari Museum Kereta Api Indonesia di Ambarawa. Pasalnya, kereta yang akan digunakan sebagai pendamping kereta api uap Jaladara tersebut kondisinya rusak parah, dan sukar untuk diperbaiki kembali.

“Sebagai gantinya kami akan mengambil lokomotif sejenis dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, nantinya akan kita operasikan bergantian dengan pengoperasian Jaladara,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Sudradjad, Rabu (16/9).

Yosca mengatakan, rencananya lokomotif itu akan dioperasikan sepanjang 5,6 kilometer, dengan rute perjalanan Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota. Kereta ini secara normal bisa mengangkut 80 penumpang, dengan biaya operasional sekitar Rp 3,5 juta sekali perjalanan.

“Koordinasi dengan PT KAI masih akan kita lakukan, rencananya bulan depan akan kita ambil,” katanya.

Ditambahkan, untuk operasionalnya, kereta yang pernah dinaiki Bung Karno ini akan diperbaiki dulu di Stasiun Balapan. Untuk mengangkut kereta dari Jakarta hingga ke Solo beserta perbaikannya menelan biaya sebesar Rp 8 miliar.

“Jika perbaikan selesai sesuai target, kereta api ini akan kita operasikan pada tahun depan,” tambah Yosca.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge