0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KHL Karanganyar, Pemkab dan Serikat Pekerja Belum Sepakat

Demo buruh (ilustrasi) (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pembahasan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional dan Dewan Pengupahan pada Selasa (15/9) belum menemukan kata sepakat. Pasalnya, masih adanya selisih antara perhitungan serikat pekerja dan hasil survei yang dilakukan Dinsosnakertrans. Pembahasan itu akhirnya diundur hingga beberapa hari ke depan.

“Berdasarkan survei KHL yang kami lakukan, beaya Kebutuhan Hidup Layak di Karanganyar sebesar Rp1.367.201,47 setiap bulan,” kata Kepala Dinsosnakartrans Karanganyar, Agus Heri Bindarto, Rabu (16/9).

Jumlah tersebut, lanjut Agus, merupakan angka rata-rata kebutuhan dalam waktu sebulan sesuai dengan survei yang dilakukan. Menurutnya, survei yang dilakukan itu melibatkan pihak Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja serta Dewan Pengupahan.

“Hasilnya kita paparkan, namun ternyata dalam pembahasan kali ini mereka tidak setuju dan meminta hasil tersebut ditinjau dan direvisi kembali,” jelas Agus.

Dijelaskan, dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya bakal melakukan pembahasan kembali dengan Apindo dan Serikat Pekerja terkait angka KHL Karanganyar tahun ini. Pembahasan itu diharapkan bakal selesai pada akhir September mendatang dan awal Oktober mendatang angka KHL Karanganyar sudah ditentukan dan bisa dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kita segera rampungkan dan nantinya bisa segera melaporkan Upah Minimun Kabupaten (UMK) Kabupaten Karanganyar untuk tahun 2016 mendatang ke Pemerintah Provinsi,” ucapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge