0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perbaikan Iklim Investasi, Efeknya Tak Bisa Langsung Dirasakan

merdeka.com

Jokowi umumkan paket kebijakan ekonomi

Timlo.net — Pemerintah Jokowi-JK masih sibuk menyiapkan paket kebijakan penyelamatan ekonomi jilid II. Kebijakan pertama yang dilansir pekan lalu terbukti belum direspon positif pelaku pasar keuangan. Rupiah tetap melorot hingga kini menyentuh Rp 14.400, IHSG belum sepenuhnya membaik.

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menegaskan, paket kebijakan kedua bakal memenuhi ekspektasi dan harapan pelaku pasar dalam negeri.

“Nanti akan ada paket kedua yang nanti akan lebih merespon kebutuhan market. Ini paket kedua akan keluar akhir bulan. Sampai ada 4 kebijakan. Sekarang kan baru deregulasi. Cuma di perdagangan dan industri,” kata Teten di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).

Teten menyadari, pasar belum merespon positif paket kebijakan pertama karena kebijakan itu lebih banyak berisi penyederhanaan aturan atau deregulasi. Menurutnya, kebijakan itu baru bisa dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu menengah.

“Kalau yang paket nilai rupiah terhadap dolar itu memang tidak akan bisa dalam waktu dekat,” kata Teten.

Teten memaparkan, pelemahan rupiah terhadap USD karena pendapatan dolar dari ekspor Indonesia turun sedangkan impor masih tinggi.

Menurut Teten, perbaikan iklim investasi oleh pemerintah, efeknya baru bisa dirasakan beberapa bulan kemudian. Selain itu, kebijakan perbaikan sektor ekspor juga sangat tergantung kondisi negara-negara tujuan ekspor yang umumnya menghadapi kondisi perekonomian yang sama dengan Indonesia.

“Jadi menurut saya memang tidak bisa dilihat langsung pengaruhnya terhadap nilai rupiah. Nilai rupiah ini baru akan kuat kalau ada capital inflow, penanaman investasi yang cukup besar dan sehingga dolar melimpah di dalam negeri termasuk juga pendapatan dari ekspor,” papar Teten.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge