0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sengketa Lahan, Pedagang Buku Sriwedari Was-was

timlo.net/setyo pujis

Aktifitas pedagang buku Sriwedari

Solo – Adanya kasus sengketa lahan Sriwedari antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan ahli waris menyebabkan para pedagang buku di kawasan setempat was-was. Pasalnya mereka khawatir jika nanti dimenangkan pihak ahli waris justru berdampak kepada penggusuran atau alih fungsi lahan.

“Kita ikut prihatin dengan adanya masalah ini. Namun apapun nanti hasil dari proses hukum, kita berharap agar para pedagang buku bisa tetap diperbolehkan untuk berjualan seperti biasanya,” ujar Ketua Paguyuban Kios Buku Sriwedari, Khairul Anam saat ditemui Timlo.net, Selasa (15/9).

Dirinya mengatakan, para pedagang buku yang berjualan di kios tersebut sudah sejak tahun 90-an, dan saat ini ada sekitar 100 pedagang yang menyandarkan hidupnya dari usaha itu. Oleh karenanya para pedagang banyak yang merasa khawatir dengan nasib mereka ketika nanti akan dikuasai pihak swasta.

“Selama dikelola Pemkot para pedagang merasa dilindungi dan diberikan tempat untuk berjualan. Karena perlakukan itu kita menjadi merasa memiliki dan selalu tertib dalam membayar retribusi,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, retribusi yang ditarik pemkot Solo dari kios yang yang ditempati pedagang tersebut adalah Rp 36 ribu perbulan. Sedangkan omset perhari yang diperoleh masing-masing pedagang kurang lebih sekitar Rp 500 ribu jika dalam kondisi normal.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge