0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disnakkan Karanganyar Awasi Ketat Hewan Kurban

Ratusan sapi menunggu pembeli di Pasar Hewan Bekonang (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Karanganyar — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar bakal memperketat pemantauan akses masuk hewan kurban. Pemantauan tersebut guna mengawasi adanya kemungkinan hewan kurban yang terkena penyakit Brucelosis.

“Kami akan menempatkan sejumlah tim dokter hewan ke sejumlah wilayah untuk melakukan pemeriksaan,” kata Kepala Disnakan Karanganyar, Sumijarto, Selasa (15/9).

Sumijarto mengatakan, pengawasan dilakukan terutama bagi hewan-hewan yang masuk dari Sragen, Magetan, atau Boyolali. Wilayah perbatasan dari ketiga daerah tersebut juga diawasi ketat pasalnya merupakan akses lalu lintas hewan kurban juga,

“Di beberapa titik besar seperti di Jaten, Karanganyar dan Karangpandan kami tempatkan sebanyak lima dokter hewan. Di samping itu, kami juga membuka layanan call center apabila ditemukan adanya indikasi hewan kurban yang disembelih tidak baik secara mendadak,” jelas Sumijarto

Selain itu,  pihaknya bakal mengerahkan para mantri hewan di masing-masing kecamatan guna melakukan pemeriksaan sebelum maupun sesudah Hari Raya Idul Adha.

”Rencananya, pemberian obat cacing kami mulai pada H-21 Hari Raya Idul Adha. Jadwalnya secara bertahap. Pertama yang kami datangi peternak. Kemudian H-7 giliran pedagang-pedagang yang kami  datangi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sumijarto mengatakan, tidak menutup kemungkinan, sapi-sapi yang bermasalah sengaja ”dibuang” ke daerah lain untuk menutupi kekurangannya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan para penjual dan pembeli sapi di Karanganyar.

”Populasi ternak sapi di Karanganyar sekitar 53.000 ekor. Namun pedagang dari luar daerah masih memperjual belikan hewan kurban ke Karanganyar. Pedagang luar daerah biasanya mulai ramai jualan di pinggir jalan pada H-7,” tandas Sumijarto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge