0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waktu Mepet, Warga Bingung Bangun Rumah Relokasi

dok.timlo.net/nanang rahadian
Tanah ambles di Karanganyar (ilustrasi) (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Dana relokasi dari Pemkab Karanganyar sebesar Rp 10 juta memang telah cair. Namun waktu pembangunan rumah tinggal yang diberikan sangat mepet. Hal tersebut dikeluhkan sejumlah warga yang rumahnya harus direkoasi dan membangun rumah baru.

“Pembangunan tahap pertama saja banyak yang belum selesai, ini sudah harus masuk ke tahap kedua,” kata Sekretaris Desa Menjing, Mardoko saat dihubungi wartawan, Selasa (15/9).

Mardoko menuturkan, waktu yang diberikan bagi warga untuk pembangunan rumah baru memang sangat mepet. Di Desa Menjing, 28 KK relokasi secara mandiri, yakni mencari tanah sendiri. Sisanya direlokasi ke tanah kas desa.

”Warga sudah lebih dulu menyiapkan material seperti pasir dan besi. Ada juga yang sudah mulai proses membangun, mereka menggunakan uang sendiri. Jadi kalau dananya sudah cair tinggal melanjutkan,” jelas Mardoko.

Diakui, saat relokasi tahap pertama, warga keteteran dengan waktu yang ada. Mereka kemudian gotong royong agar pembangunan cepat selesai.

”Pembangunan rumah tahap pertama ada yang masih 80 persen, sekarang masih dikerjakan,” tandasnya

Warga berharap agar waktu pengerjaan rumah untuk relokasi diperpanjang, sehingga bisa selesai dalam pengerjaannya.

Seperti diketahui, dalam relokasi tahap kedua, ada 64 KK yang mendapat bantuan. Yakni 51 KK dari Desa Menjing dan 9 KK dari Desa Lempong. Dua desa tersebut di wilayah Kecamatan Jenawi. Kemudian dua KK dari Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo dan dua KK dari Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu. Jika keseluruhan dana cair, setiap KK akan mendapat bantuan Rp 45 juta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge