0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sulit Air, Kebakaran TPST Bantargebang Sulit Dipadamkan

merdeka.com

Kebakaran TPST Bantargebang

Timlo.net — Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hingga hari keempat masih juga belum padam. Kebakaran kali ini, merupakan yang ke tiga selama 15 tahun terakhir, dan butuh waktu lama untuk memadamkannya.

“Kami fokus pada bara api di dalam tumpukan sampah. Karena yang sulit dipadamkan di dalam,” kata petugas pemadam kebakaran, Amir di TPST Bantargebang, Senin (14/9).

Dia pesimistis kebakaran di TPST tersebut bisa dipadamkan sepekan ke depan. Menurut dia, kesulitan petugas memadamkan api lantaran sumber air yang sedikit. Petugas harus bolak-balik ke sumber air yang cukup jauh yaitu di Kalimalang dan Kali Cikeas.

“Selain itu medannya juga sulit, karena kami harus naik ke gunung sampah. Dan melakukan penggalian agar air bisa meresap ke dalam,” katanya.

Dirut PT Godang Tua Jaya, Rekson Sitorus, mengatakan bahwa kebakaran ini merupakan terbesar sepanjang sejarah. Ia mencatat sebelumnya TPST mengalami dua kali kebakaran yaitu tahun 1999 dan 2008 sebelum dikelola oleh PT Godang Tua Jaya.

“Penyebabnya sama seperti kebakaran sekarang, yaitu akibat kemarau panjang. Waktu itu butuh waktu sebulan hingga benar-benar padam. Tapi, kali ini saya yakin seminggu lagi sudah padam semua,” katanya.

Menurut dia, akibat cuaca yang cukup panas, mengakibatkan rumput yang tumbuh di gunungan sampah menjadi mengering. Sehingga mudah terbakar akibat terkena panas. “Cepat membesar karena ada sisa gas metana dari dalam badan sampah,” katanya.

Menurut dia, sejak Jumat lalu hingga saat ini, luas kebakaran mencapai delapan hektar. Antara lain di zona kepala burung tiga hektar, dan zona tiga seluas lima hektar.

“Awalnya hanya di zona kepala burung, tapi meluas akibat api terbawa angin puting beliung. Padahal jarak antara zona kepala burung dan zona empat sekitar 20 meter,” katanya.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge