0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Melongok Arpusda Solo di Hari Kunjung Perpustakaan

dok.timlo.net/daryono
(dok.timlo.net/daryono)

Solo – Sebuah balliho berukuran 2 m x 4 m bertuliskan “Hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2015” dipasang di teras Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Solo, Srambatan. Meski Senin (14/9) ini merupakan Hari Kunjung Perpustakaan, tidak banyak pengunjung yang datang di perpustakaan plat merah itu.

Saat Komisi IV DPRD Solo menyambangi Arpusda, hanya segelintir sepeda motor pengunjung terparkir di halaman gedung. Saat ditengok ke ruang perpustakaan yang berada di lantai dua, hanya terlihat sejumlah pengunjung. Hadiah hadir berupa bunga yang diberikan dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan nampaknya belum juga memikat hati masyarakat untuk datang.

“Ini masih proses pembenahan. Target kami meningkatkan minat baca masyarakat baik secara kualitas maupun kuantitas,” kata Kepala Kantor Arpusda Solo, Sis Ismiyati kepada wartawan.

Sis mengaku sudah melakukan beragam cara untuk meningkatkan jumlah pengunjung perpustakaan. Selain melakukan jemput bola dengan layanan mobil perpustakaan keliling, Arpusda juga menggelar beragam lomba seperti lomba resensi buku dan lomba mendongeng. Tujuannnya agar masyarakat tertarik datang ke perpustakaan.

Setelah melihat kondisi perpustakaan, Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro menilai Arpusda perlu melakukan banyak perbaikan. Tidak hanya menambah jumlah koleksi buku, penataan buku juga perlu diperbaiki. Penataan ruangan juga penting agar ketika pengunjung datang tidak kecewa dan betah di perpustakaan.

“Kalau seperti ini saya belum melihatnya sebagai sebuah perpustakaan. Masih mirip taman baca. Perlu banyak pembenahan kalau ingin jumlah pengunjungnya banyak,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Ari Morgan (38), mengatakan dari segi bangunan dan kebersihan, perpustakaan baru lebih bagus dibanding tempat lama di Kepatihan. Namun, untuk penataan buku dirasa masih kurang. Buku-buku dengan jenis berbeda masih tercampur. Selain itu, belum ada katalog sistem digital.

“Seharusnya kalau mencari buku tinggal meng-entri judul bukunya. Saat ini masih mencari rak per rak,” ungkap warga Jebres ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge