0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disayangkan, Aksi Save Sriwedari dengan Corat-Coret

dok.timlo.net/heru murdhani
Aksi vandalisme yang terjadi di Gedung Kesenian Solo (GKS) Sriwedari (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo —¬†Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo menyayangkan aksi vandalisme yang terjadi di Gedung Kesenian Solo (GKS) Sriwedari. Aksi dukungan terhadap penyelamatan aset Sriwedari tersebut dianggap tidak pada tempatnya.

“Sriwedari ini kan termasuk peninggalan sejarah, jadi ya jangan dicorat-coret, meskipun coretannya adalah bentuk aksi dukungan terhadap keberadaan Sriwedari,” ungkap Kepala Disbudpar Solo, Eny Tyasni Susana, Senin (14/9).

Eny mengatakan, dukungan terhadap taman yang dulu bernama Bon Rojo ini seharusnya disalurkan ke dalam forum-forum yang jelas. Dia mencontohkan, sejumlah seniman dan budayawan juga memberikan dukungan terhadap Taman Sriwedari, namun dalam bentuk aksi yang santun.

“Janganlah kalau dicorat-coret, apalagi pakai kata-kata kotor semacam itu,” katanya.

Berdasarkan pantauan Timlo.net, coretan berbunyi “Save Sriwedari, WF Asu” tersebut ditulis menggunakan cat semprot berwarna putih, di pintu masuk sebelah timur GKS.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge