0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tipu Janda, Kapten Gadungan Digelandang

dok.timlo.net/achmad khalik
Kapten gadungan (tengah) menjalani pemeriksaan polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Lantaran mengaku-ngaku sebagai anggota TNI berpangkat Kapten, Sukamdi (40), warga Kampung Kemudo, Prambanan, Klaten terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib. Aksinya berhasil dibongkar, setelah kekasih yang hendak dinikahi, NK (32), warga Donorjo, Pacitan (Jatim) melakukan pengecekan di Korem 074/ Warastratama Solo.

“NK merasa curiga dengan pasangannya tersebut, dan mengecek ke Korem Solo,” kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Lutfi melalui Kanit II Reserse Ekonomi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) AKP Kridho Baskoro, Senin (14/9) siang.

Dalam aksinya, Sukamdi menggunakan nama Adi Saputra dan mengaku menjabat sebagai Pasi Intelejen Korem 074/ Warastratama Solo. Tak hanya itu. Untuk meyakinkan korbannya yang juga seorang janda, tersangka juga memiliki pakaian dinas TNI berikut nama samaran yang melekat. Selain itu, sejumlah surat-surat dinas TNI serta stampel kemiliteran juga dimiliki tersangka.

“Sejumlah barang bukti juga diamankan berikut tersangka,” jelasnya.

Setelah diketahui nama pasangannya tidak tercantum sebagai anggota Korem, korban berkoordinasi dengan pihak Korem, memancing tersangka untuk datang ketempat kosnya di kawasan Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar. Hingga akhirnya pada Minggu (23/8) lalu, tersangka datang dan langsung diringkus anggota Korem.

Lantaran tersangka dari golongan sipil, maka kasus tersebut dilimpahkan ke Polresta Solo. Dari aksi yang dilakukan tersangka, korban mengalami kerugian dengan total mencapai Rp 29,5 juta dan satu unit kendaraan bermotor jenis Honda Vario.

Sementara, dari hasil pengakuan tersangka, dirinya sudah melamar NK kepada orangtua. Rencananya, pernikahan akan digelar 3 bulan lagi.

“Saya sendiri sudah  punya istri dan dua anak yang tinggal di Polokarto, Sukoharjo,” kata Sukamdi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge