0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terkena Proyek Tol, Warga Minta Jalan ke Sawah

dok.timlo.net/nanang rahadian
Terowongan Tol Solo-Kertosono (Soker) (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sejumlah warga terdampak proyek Pembangunan Jalur Interchange Tol Solo – Mantingan I di Desa Kemiri dan Kebak, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar mematok harga sebesar Rp 850.000 per meter. Selain itu warga juga meminta jalan ke sawah. Pasalnya jika jalan tol dibangun akses ke sawah mereka akan terputus.

“Sebenarnya kalau masalah harga itu tidak begitu, Mas. Yang penting deal dan sepakat. Tapi untuk akses jalannya itu lho, nanti kalau pembangunan proyek tol itu berjalan dan jadi, kalau mau ke sawah kita harus muter beberapa kilo, itu yang jadi masalahnya,” terang Sakinem (50) salah satu warga Kemiri yang sebagian lahannya terkena dampak pembangun jalan Tol Solo – Mantingan I.

Kepala Desa Kemiri, Amin Sadimin mengungkapkan, dalam proses pembangunan jalur Interchange tol Solo-Mantingan I yang melintas di wilayahnya tersebut, sebenarnya tidak ada masalah yang signifikan. Namun, karena sejumlah warga belum cocok dengan harga ganti rugi dan mengharapkan pihak dari pembuat proyek untuk membuatkan akses jalan persawahan.

“Ya hanya itu saja mas, soal harga dan akses jalan, itu nanti terserah dari pihak PPK seperti apa. Ada sekitar 15 lahan milik warga dan dua lahan itu masuk tanah kas desa,” terang Amin, kemarin.

Sementara itu, PPK Pembangunan jalur interchange Solo – Kertosono, Qomaruzaman mengatakan, tahapan untuk pembangunan tersebut masih proses inventasrisasi terhadap sejumlah lahan milik warga yang dilakukan oleh BPN setempat. Jika nantinya proses inventarisasi ini selesai, maka akan dilanjutkan dengan proses aprasial oleh tim.

“Ini masih inventarisasai , kalau sudah deal proses inventarisasi, maka nanti akan dilanjutkan soal harga dari tim apprasial,” jelasnya.

Kalau soal permintaan warga, lanjut Qomar, pihaknya hanya bisa memfasilitasi keinginan warga. Warga sudah diminta membuat usulan tertulis ke kelurahan terkait permintaan warga tersebut.

“Usulan itu nanti kita sampaikan ke pimpinan dan sejumlah Satuan Kerja (Satker),” kata Qomar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge