0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Contra Flow Jalan Pandaranan, Jalur Menjadi Sempit

timlo.net/nanin

Contra Flow Jalan Pandanaran

Boyolali — Pemberlakuan Contra Flow atau kontra arus lalu lintas di Jalan Pandanaran, Boyolali, mulai dikeluhkan masyarakat. Mereka mengeluhkan jalur menjadi sempit dan arus semakin padat.

“Tadi hampir saja senggolan sama mobil, jalurnya terlalu sempit,” ungkap Joko Santoso (49) warga Mojosongo, ditemui saat berhenti di depan Mapolsek Kota, Minggu (13/9).

Menurut Joko, pihak berwenang mestinya tetap memperhatikan kenyamanan pengguna jalan. Apalagi, jalur pandanaran merupakan jalur utama di Boyolali. Selain kondisi jalan menjadi sempit, material bekas bangunan dan galian proyek simpang lima juga banyak yang berhamburan di jalan. Hal ini membuat jalanan menjadi licin.

“Besok kalau melintas di sini, pilih jalur lain saja, cari amannya,” tambahnya.

Disisi lain, Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Yuna Ahadiyah, untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan, pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas di lokasi. Selain itu, Kasat juga akan melakukan koordinasi agar pembangunan bisa lebih dipercepat, sehingga jalur bisa dikembalikan seperti semula.

“Kita tetap berusaha tidak ada kemacetan yang menganggu pengguna jalan,” tambahnya.

Contra flow diberlakukan menyusul pembangunan jalur Simpang Lima di tengah kota Boyolali. Pemberlakukan mulai dari Jembatan Gede, Sonokridanggo hingga Mapolsek Kota. Jalur dari Semarang menuju Solo, di lokasi tersebut ditutup. Arus dialihkan di jalur Solo-Semarang, dengan dibagi dua. Pemberlakuan Contra Flow kemungkinan hingga dua bulan ke depan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge