0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duda Lanjut Usia Cabuli Bocah SD, Masuk Bui

timlo.net/tarmuji

Slamet (baju batik) saat di interogasi di Mapolsek Baturetno, Jumat (12/9).

Wonogiri — Hampir satu tahun, seorang bocah berusia tujuh tahun menjadi korban pencabulan seorang duda yang sudah lanjut usia. Gadis kelas II sekolah dasar di Kecamatan Baturetno ini, dicabuli berulang kali di rumahnya. Akibat perbuataan tak senonoh itu, mengantarnya ke balik jeruji besi tahanan Mapolres Wonogiri.

“Tersangka sudah kita amankan, sejak Jumat (11/9) malam, dia diperiksa dan kemudian dilimpahkan ke Mapolres,” ujar Kapolsek Baturetno Iptu Subroto mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean, Minggu (13/9).

Sebelumnya, pada Jumat siang, kata Subroto, sekitar pukul 18. 00 WIB, Sukajo (39) warga Kecamatan Baturetno mendatangi Mapolsek setempat, melaporkan bahwa anak tirinya telah dicabuli seseorang.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, akhirnya kita mengamankan Slamet (70) warga Dukuh Batu Lor RT 3/RW17 Desa/Kecamatan Baturetno. Kemudian setelah berkas lengkap langsung kita limpahkan Unit PPA Mapolres Wonogiri untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean melalui Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP David Manurung menjelaskan korban adalah VYDS (7) pelajar SD Kelas II. Kejadian bermula pada 1 September lalu.

Sekitar pukul 08.00 WIB, pelaku datang ke rumah kontrakan ayah tiri korban, bermaksud mengajak korban ke rumahnya. Pelaku berdalih meminta korban untuk mencuci piring di rumahnya. Namun korban malah ditelanjangi oleh pelaku di dalam kamar, lantas disetubuhi. Selesai melampiaskan nafsunya, korban disuruh pakai baju dan pulang ke rumah.

Sepekan kemudian, pelaku mengulangi perbuatan tersebuat kepada korban. Setelah puas melampiaskan nfsu bejatnya, korban disuruh pulang. Korban kemudian menceritakan yang dialaminya itu kepada ayah tirinya. Tak terima perlakuan itu, kemudian ayah koran melaporkan pelaku ke Mapolsek setempat.

“Pelaku kita jerat Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge