0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Bidik Penimbun Sembako

foto: Agung W

Pasar Bunder Sragen

Sragen – Polres Sragen menerjunkan sejumlah anggota ke pasar-pasar tradisional dan tempat perdagangan di wilayah Sragen. Langkah ini diambil menyusul adanya Maklumat Kapolri tentang larangan melakukan penimbunan atau penyimpanan pangan dan barang kebutuhan pokok.

“Menindaklanjuti maklumat Kapolri tersebut kita telah menerjunkan personel, terutama dari Satuan Intelkam untuk lidik ke pasar dan tempat perdagangan, ada atau tidak yang melakukan penyimpanan sembako,” kata Wakapolres Sragen, Yudy Arto Wiyono kepada wartawan, Jumat (11/9).

Yudy menjelaskan, berdasarkan Maklumat No. Mak/01/VIII/2015, kepada pelaku usaha dilarang melakukan penimbunan sembako di luar batas kewajaran, sehingga bisa mengakibatkan harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Selain itu juga dilarang menimbun bahan pokok hingga mengakibatkan kelangkaan barang di pasar.

“Warga juga bisa melaporkan itu ke polisi, jika memang mengetahui ada oknum yang melakukan penimbunan bahan pangan pokok seperti gas, minyak dan beras,” katanya.

Jika memang ditemukan ada oknum yang melakukan itu, pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan hukum. Mereka bisa dikenakan Undang-undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 133 dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun atau denda Rp 100 Miliar.

“Sejauh ini belum ditemukan. Namun tetap kita pantau agar masyarakat tidak resah,” tegasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge