0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dijanjikan Kerja di Restoran, Eh…Malah Dijadikan PSK

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung membongkar sindikat penjualan orang yang dilakukan pasangan suami (pasutri) istri EH (31) dan SH (28). Pasutri tersebut menjual dua ABG berinisial AS (14) dan TM (15) asal Kota Bandung dengan iming-iming menjadi pramusaji di sebuah restoran di Palembang.

Dengan dalih menjadi pramusaji, tersangka ini ternyata malah menjebak korban menjadi PSK. Korban dipekerjakan di sebuah tempat karaoke yang melayani ‘plus-plus’.

“Kedua korban dijanjikan bekerja sebagai pelayan di restoran. Tapi setelah tiba di Palembang, pelaku malah mempekerjakan korban ke tempat karaoke. Bahkan dijadikan PSK,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Jumat (11/9).

Pengakuan tersangka, kata Yoyol, EH dan SH diperintah pria inisial S yang mengaku pengelola karaoke di Lubuk Linggau, Palembang untuk menjadi pemandu lagu. Tersangka ini menyanggupi, dengan cara mengiming-imingi korbannya gaji Rp 14 juta per bulan.

Orangtua yang tanpa menaruh curiga memberi restu korban untuk bertolak ke Kota Pempek tersebut. Tidak ada gelagat bahwa anaknya ternyata akan dijadikan budak seks. Namun gelagat pelaku terbongkar lantaran korban tanpa kabar sama sekali sepanjang berada di Palembang.

“Orangtua korban melapor kepada kami. Lalu tim menelusuri, karena memang sudah dua bulan tidak ada kabar,” terangnya. Polisi langsung menyelidiki dan menangkap pelaku.

Pelaku dijerat Pasal 2 UU RI No.21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. Adapun ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun.

Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung serta BP3AKB Jabar sukses menjemput kedua ABG dan menangkap pelakunya. SH berdalih, tidak mengetahui kalau kedua korban masih di bawah umur. Bahkan SH menyebut korban bersedia dipekerjakan di tempat karaoke.

“Mereka (korban) sejak awal enggak keberatan jadi pemandu lagu di tempat karaoke ‘plus-plus’. Kedua ABG itu kan awalnya pengamen jalanan,” ungkapnya yang mendapat upah Rp 1 juta usai mengirim korban ke Palembang.

[hhw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge