0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Selain Kabut Asap, Warga Kini Disesaki Abu Tipis

merdeka.com

Kabut asap kebakaran hutan Riau

Timlo.net — Musibah kabut asap yang melanda beberapa daerah di Pulau Sumatera hingga saat ini masih terjadi. Bahkan, di Provinsi Jambi tak hanya disesaki oleh kabut asap namun, juga abu putih turut memenuhi daerah tersebut sejak dua hari terakhir.

Hal itu diungkapkan oleh Hendro, salah satu warga Kota Jambi. Butiran abu putih memenuhi jok motornya yang tengah terparkir sekitar satu jam.

“Saya kira ada serbuk apa, ternyata setelah diamati abunya turun dari atas, kemungkinan bercampur dengan asap. Ini abu dari kebakaran yang terbawa angin. Motor yang diparkir sebelah saya juga penuh abu,” ujar Hendro, Jumat (11/9).

Hal senada juga dilontarkan Dedi, warga lainnya. Ia tersadar akan adanya abu putih manakala dirinya sedang memakai baju berwarna hitam.

“Saya juga bingung kenapa baju hitam saya ada abu. Tapi kalau warna lain abunya tidak nampak, abunya halus. Ini jelas abu sisa pembakaran yang terbawa angin dan asap,” tuturnya.

Rupanya, pengakuan kedua warga diperkuat oleh kondisi yang dialami salah satu warung kopi yang terletak di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi. Tempat duduk warung tersebut dipenuhi abu halus berwarna putih.

“Ya, abunya halus-halus, ini mungkin dibawa asap. Biasanya abu tidak ada cuma asap saja, tapi sejak dua hari ini abu terlihat berjatuhan,” kata pemilik warung kopi setempat, Maryam.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi jambi Rosmeli mengungkapkan jika Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi sudah dalam kategori berbahaya yang mencapai angka 360 ppm.

“Kabutnya memang tebal, jarak pandang terhambat dan bau asap tercium. Hari ini pukul 15.00 Wib, ISPU di Kota Jambi mencapai 360 kategori berbahaya dan ISPU di Kabupaten Batanghari 318 kategori udara berbahaya. Sementara kabupaten lain kami belum terima laporan,” ucapnya.

Peningkatan tersebut, lanjut Rosmeli, terus terjadi malah semakin memburuk dimana dua hari sebelumnya ISPU berada di angka 324 ppm, kemudian naik menjadi 324 ppm dan saat ini menginjak angka 360 ppm.

“Jika dilihat ‘trend’ nya selama satu minggu terakhir, ISPU hari ini adalah yang tertinggi sepanjang musim kabut asap yang melanda Jambi tahun ini,” jelasnya.

Keadaan itu semakin parah, lantaran jarak pandang di Kota Jambi hanya sejauh 500-600 meter. Hal itulah yang membuat Bandara di Jambi lumpuh total.

Sementara titik panas atau ‘hot spot’ update tertanggal 11/9, terpantau satelit tera dan aqua sebanyak 93 titik. Dari jumlah itu, ‘hot spot’ dengan confidence 70-100 persen sebanyak 40 titik.

[rhm]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge