0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Biaya Notaris Mahal, Pembangunan Rumah Murah Terhambat

timlo.net/setyo pujis

Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P

Solo – Asosiasi pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Soloraya keluhkan pelayanan yang diberikan notaris. Pasalnya biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan sertifikat tanah sangat memberatkan bagi para pengembang.

“Kita sebagai pengembang perumahan sebenarnya mempertanyakan dengan pelayanan yang diberikan oleh notaris. Karena setiap kita ingin mengurus sertifikat tanah ada tiga pilihan yang disodorkan yaitu proses biasa, sedang dan kilat,” ujar ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P kepada wartawan, Jumat (11/9).

Menurutnya dengan adanya tiga pilihan proses tersebut para notaris mematok harga yang berbeda-beda. Semakin lebih cepat proses harganya pun semakin tinggi.

“Oleh karena itu kita ingin meminta kepastian kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) , sebenarnya aturan percepatan proses itu ada diregulasi atau tidak,” jelasnya.

Dirinya mencontohkan biaya percepatan roya atau pelepasan hak tanggungan dari Rp 50 ribu menjadi Rp 1,5 Juta, cek sertifikat dari Rp 30 ribu menjadi Rp 300 ribu. Sementara jika memilih proses normal waktunya sangat lama bahkan hingga satu tahun baru jadi.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, akibat dari pelayanan yang diberikan notaris serta tingginya biaya yang dikeluarkan menyebabkan realisasi pembangunan rumah murah bagi MBR yang dicanangkan pemerintah terhambat.

“Pemerintah pusat menargetkan 1 Juta rumah murah untuk MBR, namun jika disisi lain untuk perijinannya mahal saya kira ini cukup sulit untuk direalisasikan,” katanya.

 

Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge