0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eksekusi Sriwedari, Pemkot dan Ahli Waris Diminta Tak Saling Ngotot

timlo.net/daryono

Museum radya pustaka

Solo — Kalangan DPRD Solo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) dan ahli waris RMT Wirdjodiningrat tidak saling mengedepankan ego. Kedua belah pihak diminta tetap menghormati proses hukum.

“Sebaiknya tunggu proses hukum. Kalau menang ahli waris ya kita berharap ahli waris tetap mengelola Sriwedari seperti itu (kawasan budaya). Siapapun yang menang, jangan sampai Sriwedari sebagai ikon hilang,” kata Wakil Ketua DPRD Solo, Abdul Ghofar Ismail kepada wartawan, Jumat (11/9).

Menurut Ghofar, saat ini proses peninjuan kembali (PK) tengah berlangsung. Apapun hasil keputusan PK, dua belah pihak harus bisa menerima. Jika nantinya Pemkot kalah, Ghofar berharap ahli waris mengelola Sriwedari dengan berpedoman kepada Undang-undang Cagar Budaya. Dengan demikian, upaya pengosongan Museum Radya Pustaka seharusnya juga ditunda terlebih dulu.

“Kalau dikosongkan, museum ditaruh mana? Kalau menang ahli waris ya kita berharap museum tetap difungsikan sebagai museum. Kalau hanya menang-menangan hukum ya nggak akan selesai,” tutur dia.

Sementara, Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa mendukung sepenuhnya upaya Pemkot mempertahankan Sriwedari sebagai aset publik. Ia berharap, PN Solo tidak serta merta melakukan eksekusi.

“Soal eksekusi itu, PN harus berpikir ulang. Pemkot juga sudah melakukan upaya penundaan. Harapan kita ya ditunda,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge