0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peracik Sabu-Sabu di Prambanan Lulusan SMK

Tersangka pengracik sabu menunjukkan cara membuatnya
()
Klaten — Dedig Nugroho alias Pedet (28) mengaku tergiur uang ratusan juta rupiah bila berhasil memproduksi sabu-sabu dari hasil racikan tanganya. Namun belum berhasil memasarkannya, ia sudah diciduk polisi.
“Bila membuat 10 gram sabu, saya dijanjikan menerima Rp 3 juta. Bila dilipatkan jadi 100 gram, tentu saya dapat Rp 100 juta,” ujar Dedig, Jumat (11/9).
Aksi nekatnya meracik barang haram itu bermula dari kenalannya via jejaring sosial. Selain menawari keuntungan jutaan rupiah, Mister X tersebut juga memasok bahan-bahannya.
“Dia mengirimkan bahan dan alat-alat untuk meracik sabu melalui paket yang saya ambil di Terminal Jombor (Yogya). Jadi saya belum pernah bertemu dan berkomunikasi hanya melalui BBM (Blackberry Massanger),” katanya.
Setelah menerima bahannya, pria berkacamata dengan tato kupu-kupu di betis kanannya ini dipandu melalui telepon oleh Mister X tersebut. Bahkan, tersangka menerima uang Rp 300 ribu untuk menyewa kos di Dukuh Kretek RT 01/RW 07, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan.
“Saya pilih kos disini (Prambanan) lantaran sepi dan jauh dari pemukiman. Kalau sabu-sabunya sudah jadi, rencananya hendak dipasarkan di Klaten,”  imbuh pemuda lulusan SMK ini.
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge