0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BIN Perlu Tambahan Suntikan Dana

dok.merdeka.com

Fahri Hamzah

Timlo.net – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menganggap penambahan anggota Badan Intelijen (BIN) untuk ditempatkan di daerah, sangat diperlukan. Ia mendukung usulan kenaikan anggaran BIN menjadi sebesar Rp 3,7 Triliun.

“Saya menyetujui ada penambahan anggaran BIN karena mendengar mereka kekurangan personel yang paling sedikit 1 orang harus mengawasi 3 kabupaten. Akhirnya baru bereaksi kalau ada persoalan begini,” kata Fahri, Jumat (11/10).

Menurut Fahri, anggaran sebesar itu diperlukan untuk meningkatkan sistem teknologi intelijen dan jaringan di tanah air agar tak tertinggal jauh dengan negara lain.

“Kita harus lebih banyak menggunakan teknologi dan pakai sosial media. Kecanggihan teknologi sangat perlu,” terangnya.

Meskipun begitu, ada kendala penambahan anggaran dana yang diajukan oleh Sutiyoso. Mengingat, jumlah anggaran bagi BIN yang tercantum dalam R-APBN 2016 adalah sebesar Rp 1,592 Triliun. Jumlah tersebut lebih kecil dari anggaran yang semula diminta sebesar Rp 2,7 Triliun.

“Nggak ada cara lain hanya dapat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Bahkan di negara-negara ada dana operasional yang bersumber dari cara gelap. Negara lain sampai jual narkoba untuk operasi intelijen,” jelasnya.

Selain itu, dilarang berasal dari dana gelap, anggaran intelijen juga tidak diperbolehkan diperoleh dari perusahaan-perusahaan lantaran sebagai lembaga pengawasan khusus yang mengutamakan kerahasiaan.

“BIN seharusnya difasilitasi oleh dana negara. Agar mengurangi resiko di tubuh bangsa kita. Tetapi Nggak boleh dapat dana dari perusahaan. Karena pos-pos untuk operasi intelijen tidak boleh diketahui orang,” jelas dia.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge