0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban Naik 15 %

sapi
Pasar sapi ()

Boyolali — Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas penjualan sapi kurban di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali, mengalami peningkatan. Hanya saja, aktivitas jual beli masih didominasi pedagang lokal. Sedangkan pedagang besar dari kota besar seperti Jakarta dan Bandung, belum terlihat.

“Pedagang dari kota besar belum pada masuk, kebanyakan masih pedagang lokal,” ujar petugas UPTD Pasar Hewan Sunggingan, Sapto Hadi Darmono, Jumat (11/9).

Menurut Sapto, pedagang besar saat ini kemungkinan masih mencari stok ke wilayah Jawa Timur dan Bali. Untuk wilayah Boyolali sendiri biasanya terjadi mendekarti Hari Raya Idul Adha. Meski begitu, diakui Sapto, aktivitas di Pasar Hewan Sunggingan mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari normal. Nilai transaksi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Saat kondisi normal jumlah sapi yang diperdagangkan di pasar tersebut sekitar 800-an ekor saja. Sementara menjelang Hari Raya Idul Adha, jumlah peredaran sapi meningkat sebanyak 1.000 sampai 1.500 ekor tiap hari pasaran.

“Meningkat, tapi masih normal,” tambahnya.

Sementara itu, untuk harga sapi, sejak dua minggu ini mengalami kenaikan. Kenaikan harga sapi kurban mencapai 10 % – 15 %. Untuk harga sapi metal naik menjadi Rp 39 juta sampai Rp 40 juta per ekor. Untuk sapi Limousin dari harga  Rp 30 juta naik menjadi Rp 35 juta –  Rp 40 juta per ekor. Sementara untuk jenis sapi Jawa harganya saat ini mencapai Rp 17 juta hingga Rp 20 juta per ekor.

“Yang paling banyak dicari dan mudah terjangkau harganya adalah jenis lokal,” imbuhnya.

Salah satu pedagang sapi, Wiryorejo (80), warga Jurug, Mojosongo, mengakui harga sudah mengalami kenaikan antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta perekornya. Namun, kondisi pasar hingga saat ini cenderung sepi pembeli.

“Masih sepi, mungkin nanti satu minggu sebelum Idul Adha mulai ramai,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge