0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembangunan Simpang Lima Boyolali Bikin Macet

110915 Pemberlakuan Contra Flow di Jalan Pandanaran dari ujung utara Jembatan Gede hingga depan Mapolsek Kota mengakibatkan arus lalin dalam kota macet dan padat
Pemberlakuan contra flow di Boyolali ()

Boyolali — Hari pertama pemberlakuan contra flow atau kontra arus lalu lintas dari depan Mapolsek Boyolali Kota hingga ujung utara Jembatan Gede, kondisi arus lalu lintas dalam kota menjadi crowded dan macet. Contra flow mulai diberlakukan menyusul adanya pembangunan simpang lima di tengah Kota Boyolali.

“Paling lama nanti sekitar dua bulan contra flow diberlakukan,” ujar Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Yuna Ahadiyah, Jumat (11/9) saat melakukan Sidak ke lokasi.

Dari pantauan di lokasi, pemberlakuan contra flow, membuat sejumlah pengguna jalan harus ekstra hat-hati dan memperlambat laju saat melintasi Jembatan Gede. Pasalnya, lajur jembatan sebelah barat yang dijadikan dua lajur, menyusul ditutupnya lajur jembatan sebelah timur, menjadi sangat sempit. Antrian panjang terlihat dari arah Semarang menuju Solo. Sementara dari arah Solo menuju Semarang cenderung landai.

“Jam-jam sibuk nanti kita tempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas,” tambahnya.

Sementara untuk mengantisipasi bila terjadi kepadatan arus lalu lintas di dalam kota, lanjut Yuna, nantinya arus lalin dari Solo dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan, sedangkan arus lalin dari Semarang menuju ke Solo dialihkan ke jalur lingkar utara.

Salah satu pengguna jalan, Wirnawan (39) warga Mojosongo, mengaku penutupan lajur Semarang-Solo akibat proyek simpang lima, membuat dirinya tidak nyaman. Pasalnya, selain jalur sempit, alat pembatas jalan hanya berupa tali dan barrier yang dipasang tidak berhimpitan.

“Ini kan bahaya sekali, mbok ya dikasih yang lebih aman, apalagi Jalan Pandanaran ini kan arus lalu lintasnya sangat ramai,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge