0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bisnis Akik Sepi, Sumardi Beralih Jualan Ciu

dok.timlo.net/achmad khalik
Kasat Sabhara Polresta Solo Kompol Edy Sulistiyanto (kiri) bersama Kasubag Humas AKP Yuliantara (baju hitam) menginterogasi penjual Miras di halaman Mapolresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Lantaran usaha akik mulai meredup, Sumardi Hadi Sumarjo (51) warga Manahan, Banjarsari, Solo banting setir beralih profesi menjadi penjual minuman keras (Miras) jenis ciu. Namun sayang, usaha yang baru dilakoni sekitar dua minggu tersebut terendus polisi dan barang dagangannya akhirnya disita.

“Baru saya lakoni dua minggu, karena bisnis akik sudah mulai susah,” terang Sumardi di hadapan para wartawan, Jumat (11/9) siang.

Diungkapkan, bisnis haram yang dilakoni tersebut bermula saat dirinya ditawari seorang kenalan untuk beralih profesi menjadi penjual Miras. Dengan “iming-iming” keuntungan 100 persen, maka Sumardi akhirnya tertarik terjun kebisnis tersebut. Melalui kenalannya itu, Sumardi akhirnya memesan sekitar 150 liter miras yang terbagi menjadi empat jerigen berukuran 30 liter serta satu buah ember besar. Dari ukuran besar tersebut, Sumardi membagi menjadi “paket hemat” berukuran setengah literan yang ia jual seharga Rp 10 ribu.

“Tiap jerigen saya beli Rp 200 ribu. Tiap jerigen menjadi 40-an botol ukuran setengah liter dengan harga Rp 10 ribu tiap botol. Keuntungan mencapai 100 persen,” jelas Sumardi.

Sebelum menikmati hasil penjualan Miras tersebut, Sumardi sudah ditahan pihak berwajib.

Sementara, Kasat Sabhara Polresta Solo. Kompol Edy Sulistiyanto didampingi Kasubag Humas AKP Yuliantara mengatakan, penangkapan yang dilakukan merupakan hasil peningkatan operasi yang dilakukan Polresta Solo. Dari hasil laporan masyarakat, pihaknya mencurigai adanya aktivitas penjualan Miras di kawasan Manahan. Dari hasil penyelidikan, akhirnya pihaknya manangkap penjual Miras berikut barang bukti.

“Miras sangat meresahkan. Jika ada warga yang mengetahui ada aktivitas penjualan Miras di kawasan mereka, kami mohon untuk menginformasikan kepada pihak berwajib,” terangnya, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ahmad Luthfi.

Atas perbuatannya tersebut, Sumardi dijerat dengan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan mendapat hukuman percobaan selama dua bulan serta denda senilai Rp 3 juta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge