0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPPKB Masih Dampingi AT Hingga Bisa Mandiri

merdeka.com
Ilustrasi (merdeka.com)

Sukoharjo — Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPPKB) melakukan pendampingan terhadap korban dugaan kejahatan seksual korban AT hingga mampu mandiri. Saat ini AT sudah dicarikan sekolah baru untuk melanjutkan pendidikannya yang tertunda selama setahun.

“Sudah kita carikan sekolah yang sesuai dengan keinginan korban, dan saat ini sudah kembali sekolah, sedangkan anaknya terus kita pantau perkembangannya,” kata Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kantor PPKB, Dwi Sulistyowati, Kamis (10/9).

Petugas KPPKB selama ini terus melakukan pantauan dan pendampingan terhadap AT dan memberikan fasilitas sesuai kebutuhan untuk menunjang masa depannya. Sedangkan anaknya yang saat ini diasuh kakak AT sudah diberikan akte kelahiran dan bantuan sembako.

Dan untuk menjamin masa depan AT, KPPKB sudah menyiapkan program ketrampilan sesuai yang diinginkan. Diharapkan, setelah dewasa, AT bisa mandiri dan mampu menghidupi keluarganya sendiri.

“Selain itu, pada kahir tahun nanti, kita juga sudah siapkan bantuan berupa sembako, dan jenis bantuan lainnya, yang mampu kita berikan, tidak hanya AT tapi korban-korban lainnya juga,” tandasnya.

AT menjadi korban kejahatan seksual yang diduga dilakukan Raja Solo, PB XIII Hangabei hingga memiliki anak. Kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian namun sampai sekarang masih terkendala proses pemeriksaan terhadap terlapor karena sakit.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge