0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PKL Adi Sucipto Bakal Direlokasi ke Jalan Sumur Bor

timlo.net/nanang rahadian

PKL Jalan Adi Sucipto Colomadu

Karanganyar — Pemkab Karanganyar bakal melakukan penataan pedagang kaki lima kawasan di jalan Adi Sucipto Kecamatan Colomadu. Nantinya akan dibuat satu zona khusus sebagai tempat berjualan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian mereka.

“Kesannya keberadaan PKL yang berjualan secara liar di sepanjang jalan Adi Sucipto membuat semrawut. Selain itu sampah hasil buangan dari para pedagang menyebabkan kumuh dan kotor,” kata Camat Colomadu Yophie Eko Jati Wibowo, Kamis (10/9).

Padahal, lanjut Yophie, jalan Adi Sucipto di Kecamatan Colomadu merupakan pintu gerbang masuk dan keluar ke Kabupaten Karanganyar baik dari Kota Solo, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

“Colomadu merupakan wajah Kota Karanganyar, orang akan menilai Kabupaten Karanganyar dari wajah Colomadu,” ujar Yophie.

Yophie menyebutkan jumlah PKL yang berjualan di jalan Adi Sucipto cukup benyak. Jika didata jumlahnya mencapai ratusan pedagang, baik pedagang kuliner, aksesoris, ataupun pedagang lain yang beroperasi di lokasi itu. Menurutnya para pedagang itu beroperasi baik di siang hari, sore hari dan juga malam hari.

“Ada juga para pedagang yang beroperasi sejak pagi hingga malam hari, bahkan lapaknya seperti rumah hunian,” kata Camat Colomadu.

Ia mengatakan instruksi awal dari Bupati Karanganyar, para PKL itu bakal dipindahkan di Jalan Sumur Bor di depan kompleks Pabrik Gula (PG) Colomadu. Para PKL nantinya bakal menempati lokasi yang telah di tentukan di kanan dan kiri jalan Sumur Bor.

“Jalan Sumur Bor kalau malam kita tutup hanya pembeli maupun pedagang yang boleh lewat,” jelas Yophie.

Yophie menambahkan, konsep tersebut sementara ini sudah dibicarakan dengan PG Colomadu dan untuk sementara waktu pihak pengelola mengaku memberikan respons positif terkait rencana tersebut. Hanya saja pihak pengelola meminta agar pemerintah Kabupaten Karanganyar membuat surat ajuan resmi untuk konsep tersebut. Sedangkan untuk para pedagang, menurutnya semua harus setuju untuk direlokasi.

“Ini sudah kita bahas terus, eksekusinya tahun 2016 mendatang,” tegasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge