0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penjurian FFI Diklaim Mirip Oscar

dok.merdeka.com

Lukman Sardi

Timlo.net – Proses penjurian Festival Film Indonesia (FFI) diklaim mirip dengan penjurian ajang bergengsi Oscar.

Pasti banyak yang penasaran, gimana sih proses penjurian di FFI? Aktor Lukman Sardi membeberkan prosesnya buat kita. Menurutnya, prosesnya hampir mirip dengan ajang Oscars yang juga diselenggarakan setahun sekali di Hollywood.

“Juri 85 (orang), terdiri dari pakar-pakar yang akan menilai masuk nominasi. Di tambah 15 juri dari luar, pengamat film, sosiolog, digabung dan melihat semua. 100 juri ini, mereka vote pemenangnya, menghindari sistem diskusi. Hampir mirip dengan Oscars, walau Oscars lebih banyak (jumlah jurinya),” kata Aktor Lukman Sardi, Rabu (9/9).

Bintang DI BALIK ’98 ini juga menjelaskan apa perbedaan Apresiasi Film Indonesia (AFI) dan FFI.

“Kalo ngomong AFI, lebih cenderung budaya pendidikan di film. Kalo FFI lebih kepada sisi film yang komersil, yang setelah ditayangkan, lebih ke arah situ. AFI budayanya, kategorinya beda. FFI komersil, profesional, sama aja kayak Oscars dan lainnya,” jelas putra dari musisi legendaris Idris Sardi ini.

Untuk menambah kredibilitas dan tingkat objektivitas, maka sama seperti tahun sebelumnya, para anggota juri masih menerapkan sistem voting.

“Makanya mau make pola voting, gak ada diskusi dan akan lebih obyektif karena vote. Dinilai berapa banyak. Menghindari saling mempengaruhi, berusaha sebaik mungkin, yang menang yang terbaik,” ungkap Lukman.

FFI 2015 mengangkat tema Tribute to Teguh Karya. Lukman punya alasan tersendiri mengapa FFI harus mengangkat salah satu maestro dunia perfilman ini.

“Semangatnya untuk yang film gak boleh berhenti berjuang, baru masuk segala sesuatu butuh proses. Banyak yang bisa jadi inspirasi, tapi gak bisa langsung banyak. Yang kita rasa inspirasi untuk semua,” jelas dia.

(kpl/hen/tch)

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge