0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ultah, RRI Surakarta Gelar Lomba Long March

dok.timlo.net/nanang rahadian
(dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Napak tilas berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta 11 September mendatang dimeriahkan dengam lomba Long March sejauh 40 kilometer. Peserta diwajibkan berjalan kaki dari kantor RRI Surakarta di Solo hingga Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jumat (11/9).

“Lomba tersebut digelar secara beregu dan dibuka untuk umum,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar Agus Cipto Waluyo, Rabu (9/9).

Agus menjelaskan, sejarah panjang berdirinya RRI Surakarta mempunyai kedekatan dengan Kabupaten Karanganyar. Pada masa Kemerdekaan RI, RRI Surakarta sempat menyembunyikan radio pemancar di daerah Desa Balong, Kecamatan Jenawi dari kejaran tentara Belanda. Tempat itu kini menjadi Monumen RRI Surakarta. Atas dasar itu, Pemkab Karanganyar ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

”Lomba ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat umum tentang sejarah RRI Surakarta. Pendaftaran perserta sudah dibuka sejak hari Selasa (1/9) lalu. Rencananya acara tersebut bakal digelar pada 11 September mendatang,” jelas Agus.

Dijelaskan Agus, lomba digelar beregu dan terbuka untuk umum. Hingga saat ini sudah ada 40 kelompok yang mendaftar. Mereka akan memperebutkan total hadiah Rp 15 juta. Rute lomba yang akan dilalui sejauh 40 km. Rutenya merupakan rute yang dilalui oleh para pejuang pendiri RRI Surakarta saat itu.

”Dari kantor RRI Solo menyusuri Jalan Lawu hingga Karangpandan lalu menuju Balong Jenawi. Ada empat etape, pertama di masjid Agung Karanganyar, Rumah Makan Putri Duyung , dan Lapangan Ngargoyoso, selanjutnya berakhir di lokasi Balong, Jenawi,” imbuhnya.

Dalam penilaian, aspek yang dilihat yakni adalah kekompakan dari para peserta, kecepatan dan ketertiban peserta selama menjalani napak tilas.

Melihat sejarah, saat itu Belanda ingin menghentikan siaran Kemerdekaan RI yang disiarkan RRI Surakarta. Para pendiri seperti R Maladi dengan sejumlah pegawai RRI kemudian mengungsikan peralatan siaran tersebut ke Balong, Jenawi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge