0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PLN Klaim Pakai Token Listrik Lebih Untung

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – PT PLN Distribusi Jateng-DIY menyatakan penggunaan listrik prabayar meringankan beban pelanggan. Pernyataan tersebut menepis dugaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli menduga ada permainan mafia dalam pembelian token listrik atau pulsa listrik PLN.

“Kalau dibandingkan antara pascabayar dengan prabayar tentu sangat menguntungkan yang prabayar,” kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Persero Distribusi Jateng-DIY, Supriyono, Rabu (9/9).

Menurut dia, dari segi pemasangannya saja untuk biaya yang harus dikeluarkan pada listrik prabayar jauh lebih murah dibandingkan dengan pascabayar. Untuk penggunaan pascabayar terkena biaya pemasangan baru sebesar Rp 800 dikalikan jumlah volt ampere yang dibutuhkan.

Selain itu, pelanggan juga akan dikenakan uang jaminan langganan yang besarnya Rp 275 dikalikan jumlah volt ampere yang akan digunakan.

Misalnya saja, ketika si pelanggan ini akan menggunakan listrik 450 VA, maka yang bersangkutan harus membayar Rp 123.750 untuk uang jaminan langganan dan biaya pasang baru sebesar Rp 360.000.

“Sedangkan untuk pelanggan prabayar cukup membayar biaya pasang baru dan tidak dikenakan uang jaminan langganan,” katanya.

Selain itu, dari sisi psikologis, pelanggan tidak lagi terganggu dengan petugas PLN yang harus melakukan catat meter secara berkala.

Menurut dia, listrik prabayar ini juga dapat dijadikan sebagai alat ukur. Misalnya saja, ketika pelanggan mencoba alat elektronik baru yang dikatakan hemat listrik, maka pelanggan dapat langsung membuktikan melalui penggunaan listrik prabayar tersebut.

“Caranya adalah penggunaan listrik untuk seluruh alat elektronik di rumah dimatikan kecuali alat elektronik yang akan dicoba konsumsi listriknya tersebut. Dalam waktu cepat si pelanggan akan tahu berapa sebetulnya watt yang diperlukan oleh alat elektronik itu,” katanya.

Sementara itu, meski banyak keuntungan yang diperoleh dari penggunaan listrik prabayar, PLN tidak akan memaksakan pelanggan untuk menggunakan prabayar. Pada dasarnya, hingga saat ini PLN masih melayani pemasangan listrik pascabayar.

Mengenai jumlah pelanggan, hingga saat ini total pelanggan PLN Distribusi Jateng-DIY mencapai 9,6 juta. Untuk 2,5 juta di antaranya merupakan pelanggan prabayar.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan prabayar ini sekitar 500 ribu-600 ribu/tahun, sedangkan untuk pascabayar juga tumbuh tetapi tidak sebesar itu. Pertumbuhannya tidak lebih dari 100 ribu pelanggan/tahun. Artinya masyarakat sudah dapat merasakan keuntungan penggunaan listrik prabayar dibandingkan pascabayar,” jelas dia.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge