0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lalu Lintas Perdagangan Hewan Kurban Dipantau

Petugas periksa kesehatan hewan kurban (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan  Boyolali mulai mengintensifkan pengawasan lalu lintas distribusi hewan ternak. Terutama di wilayah perbatasan serta daerah yang pernah terindikasi penyebaran penyakit antrax.

“Terutama perbatasan dengan Sumberlawang, (hewan kurban) kita awasi lebih ketat,” ungkap Kepala Disnakan Boyolali, Bambang Jiyanto, Rabu (9/9).

Diakui, mendekati Idul Adha mobilitas perdagangan ternak yang masuk ke Boyolali mengalami peningkatan. Seiring peningkatan tersebut, pihaknya melakukan pemantauan, terutama kesehatan. Salah satunya adalah penyakit antrax. Dimana penyakit ini bisa bertahan hingga puluhan tahun.

“Ini yang patut kita waspadai, virus antrax ini bisa muncul kapanpun,” tambah Bambang.

Selain pengawasan di perbatasan, petugas Disnakkan juga diturunkan untuk memeriksa ternak di pasar-pasar hewan maupun tempat-tempat penampungan hewan kurban. Upaya ini terus dilakukan hingga Idul Adha dengan melibatkan petugas UPT yang ada di kecamatan.

Sementara di wilayah Banyudono, petugas UPTD setempat terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban rutin. Pihaknya melakukan jemput bola dengan berkeliling ke pedagang atau tempat penampungan ternak yang akan dipotong saat hari raya.

“Pemeriksaan untuk memastikan hewan benar-benar layak dan sehat untuk dipotong,” ungkap dokter hewan UPTD Banyudono, Aryo Prakoso Jati.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum hari raya, namun juga saat pemotongan hewan dilakukan. Petugas mendatangi masjid-masjid atau tempat penyembelihan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge