0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggaran Infrastruktur Dapat Tambahan Rp 200 Miliar

dok.timlo.net/nanang rahadian
Perbaikan jalan (ilustrasi) (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Program kerja perbaikan infrastruktur mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 200 miliar. Dari jumlah itu, paling banyak digunakan untuk perbaikan jalan rusak dan peningkatan kualitas jalan. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015 pekan lalu.

”Untuk perbaikan infrastruktur ada tambahan dana Rp 200 miliar, paling banyak alokasinya di DPU. Tapi pembahasan belum selesai. Masih dalam pembahasan Banggar dan TAPD,” terang Sumanto, Rabu (9/9)

Berkenaan dengan hal itu, Sumanto meminta belanja anggaran diawasi. Proyek fisik seperti perbaikan jalan jangan sampai telat. Selain itu, kualitas hasil akhir dari proyek tersebut harus bagus. Dia pun meminta Pemkab lebih berhati-hati dalam menunjuk rekanan proyek.

”Anggaran untuk infrastruktur bertambah. Pemkab harus mengawasi pelaksanaan anggaran supaya tidak ada penyimpanga,” jelas Sumanto.

Bahkan, politisi PDIP itu meminta pemkab tak lagi menunjuk rekanan yang sudah bermasalah dalam proyek sebelumnya.

”Bupati harus tegas, kalau hasilnya bermasalah di-black list saja rekananya,” tegasnya.

Sekretaris DPU Edhy Sriyatno mengungkapkan, sejumlah jalan masih dalam kondisi rusak. Di antaranya Jalur Kerjo-Tawangsari, jalur Kebak-Dayu, Wonorejo-Jatikuwung, dan Beruk-Wonokeling. Selain itu ada proyek pelebaran jalan seperti jalur Karanganyar-Matesih.

”Wonorejo-Jatikuwung panjangnya 3 km, kemudian Beruk-Wonokeling 8,5 km. Anggaran perbaikannya bermacam-macam. Ada DAK tambahan Rp 25 miliar, dari provinsi juga ada sekitar Rp 25 miliar,” terang Edhy.

Ditambahkan, pelaksanaan proyek perbaikan jalan dimulai setelah APBD P disetujui. Namun demikian, rancang desainya sudah selesai disusun.

”Setelah (APBD P) disetujui, langsung kita lelang. Kemungkinan baru bisa dimulai Oktober,” terang Edhy.

Terkait penunjukkan rekanan, pihaknya sudah mempunyai penilaian terhadap rekanan yang layak. Rekanan yang bermasalah dalam proyek sebelumnya dipastikan di-blacklist.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge