0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Limbah Merkuri Masuk Bengawan Solo

timlo.net/tarmuji

Direktur Balifokus Foundation, Surya Anaya

Wonogiri – Limbah berbahaya sisa penambangan emas (merkuri) di wilayah Kecamatan Selogiri, dimungkinkan menyebar hingga keluar Wonogiri. Bahkan kemungkinan masuk ke aliran  Bengawan Solo.

“Bisa saja terjadi, tapi masuknya mungkin secara tidak langsung. Bisa melalui saluran dan air yang bercampur lumpur ke aliran Bengawan Solo,” ungkap Direktur Lembaga Balifocus Foundation, Surya Anaya, Selasa (8/9).

Dikatakan, bisa saja zat berbahaya itu terpapar ke manusia, hewan dan tanaman dan menyebabkan kerusakan jaringan tubuh. Dia mencontohkan kasus parah yang terjadi di Minamata Jepang.

“Di lokasi penambangan dan pengolahan emas di Selogiri, kami menemukan beberapa fakta. Diantaranya anak-anak yang mengalami kelainan fisik, serta warga yang terkena semacam gejala tremor, ini membahayakan,” tegas Surya.

Dia menambahkan, sifat bawaan merkuri. Zat tersebut saat kering sangat mudah terbawa angin, mudah pula turun ke bumi, serta terhirup manusia. Efek yang ditimbulkan sangat fatal. Mulai gejala seperti stroke, kulit terbakar, dan dalam jangka panjang bisa memicu kanker plus mengarah ke kematian. Padahal jika dihitung aktifitas penambangan emas itu sudah berlangsung 20-an tahun. Di sisi lain, sejauh ini pihaknya belum menemukan arsenik dalam kandungan bebatuan, namun demikian bebatuan di Wonogiri sendiri sudah mengandung arsenik dan logam mineral lengkap.

“Bisa saja, karena batuan di Wonogiri itu sangat unik. Ada kandungan mangan, tembaga, emas, dan zat lainnya,” tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPESDM) Wonogiri, Eko Saptaningsih menyebutkan, hingga kini belum ditemukan bahan pengikat emas yang alami dan tidak menimbulkan bahaya. Mau tidak mau penambang emas menggunakan merkuri, kendati dampaknya terlalu besar.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge