0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketersediaan Pangan di Boyolali Surplus

Panen padi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Meski diprediksi musim kemarau akan berlangsung panjang, namun Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Boyolali memastikan ketersediaan pangan masih aman. Bahkan produksinya mengalami surplus.

“Hingga akhir Agustus 2015 mengalami surplus sekitar 137 ribu ton setara beras, kita pastikan ketersediaan pangan aman,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Boyolali, Juwaris, Selasa (8/9).

Dijelaskan, produksi pangan hingga Agustus 2015 mencapai 229.685 ton gabah kering panen dengan luasan panen sekitar 41 ribu hektar. Sedangkan ketersediaan pangan mencapai 202.917 ton setara beras. Kebutuhan pangan di Boyolali mencapai 65.917 ton/tahun dengan jumlah pendudukan 947.813 jiwa.

“Ini tidak lepas dari kesadaran petani mendukung pemerintah dalam mewujudkan menuju swasembada pangan,” katanya.

Untuk Kabupaten Boyolali, sentra padi terutama di wilayah Boyolali selatan seperti Banyudono dan Ngemplak yang secara teknis memiliki irigasi sepanjang tahun. Bahkan, petani yang memanfaatkan lahan tadah hujan kini memilih menanam tanaman palawija seperti kacang tanah dan jagung sesuai dengan musim kemarau saat ini.

“Keberadaan lumbung padi menjadi strategi dalam menjaga ketahanan pangan,menjadi penyimpanan cadangan beras yang bisa digunakan saat darurat,” tambahnya.

Disebutkan, dari 167 desa di Boyolali, jumlah lumbung padi realisasinya baru sebanyak 47 lumbung yang tersebar di 16 kecamatan dengan kapasitas untuk menyimpangan sekitar 50 ton. Dari 47 lumbung padi yang ada, 20 di antaranya, telah didaftarkan ke notaris sehingga sudah berbadan hukum.

“Tahun ini kita juga mendapatkan penghargaan dalam bidan ketahanan pangan terbaikm se-Jateng,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge