0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Produksi Susu Sapi Boyolali Meningkat

dok.timlo.net/nanin
Proses pemerasan susu sapi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Selama musim kemarau tahun ini, produksi susu sapi perah di wilayah Musuk, Boyolali, justru mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan mulai tingginya kesadaran petani dalam meningkatkan produksi meski kesulitan mencari pakan hijau. Saat ini produksi susu mencapai 18 ton/ hari atau naik dibandingkan sebelumnya yang hanya 14 ton/hari.

“Biasanya musim kemarau menjadi momok peternak sapi perah, tapi musim kemarau tahun ini justru produksi mengalami peningkatan,” ungkap Ketua KUD Musuk, Sri Kuncoro, Selasa (8/9).

Meningkatnya produksi susu di musim kemarau, salah satunya dipengaruhi kesadaran petani untuk tetap memberikan pakan dengan kualitas yang bagus. Selain pakan hijau, petani saat ini memberikan pakan berupa konsentrat atau bren yang dicampur dengan bekatul dan singkong.

“Pakai yang berkualitas akan mempengaruhi produksi susu,” imbuhnya.

Disamping itu, peternak juga mencukupi kebutuhan air minum semaksimal mungkin. Mereka bahkan rela mengurangi jatah air bersih untuk keluarganya guna mencukupi kebutuhan minum bagi sapi. Bahkan, mereka rela mandi satu hari sekali demi kebutuhan minum sapi.

“Musim kemarau ini, air di Musuk sangat langka, makanya peternak rela berbagi air untuk hewan ternak mereka.”

Pihaknya optimis produksi susu sapi masih bisa ditingkatkan. Hal ini menilik jumlah ternak sapi perah di wilayah Musuk yang mencapai 4.000 ekor. Dari jumlah tersebut, yang berproduksi hanya sekitar 1.700 ekor saja. Sisanya belum berproduksi maupun sapi jantan dan sapi afkhir.

“Untuk sapi afkhir kita sarankan secepatnya diremajakan,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge