0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puluhan Vespa “Sampah” Ditangkap Polisi

Belasan vespa modifikasi yang ditangkap Satlantas Polres Sragen belum lama ini. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pengurus Java Extremist (JE), sebuah komunitas pecinta vespa modifikasi mendatangi Polres Sragen. Mereka meminta agar sepeda motor vespa yang beberapa waktu lalu ditangkap petugas Satlantas Polres Sragen bisa dikembalikan ke pemiliknya.

“Kami hanya berharap vespa itu bisa kita ambil. Kami telah mengumpulkan surat-surat seperti STNK yang menunjukkan vespa itu memang ada pemiliknya,” kata Humas Java Extremist, Antok di Polres Sragen, Selasa (8/9).

Beberapa waktu lalu Satlantas telah merazia 20 vespa modifikasi saat melintas di jalan protokol Kota Sragen lantaran menyalahi aturan dan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu keberadaan vespa itu dinilai bisa membahayakan pengendaranya dan pemakai jalan lain. Apalagi setelah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mengaburkan bentuk aslinya dan mirip dengan sampah berjalan.

“Coba dipikir, kalau vespa ditambah kereta gandengan terbuka seperti itu terus ada sampah-sampahnya, tidak ada lampunya apa nggak rawan ketika dikendarai di jalan raya? Modifikasi boleh, asal tidak mengubah bentuk aslinya” kata Wakapolres Sragen Kompol Yudy Arto Wiyono saat menerima pengurus Java Extremist.

Mengenai permintaan mereka yang akan mengambil kembali vespa yang telah ditangkap, Wakapolres masih memberikan kesempatan asal ada bukti kepemilikan. Dia juga meminta pengurus untuk membina anggota vespa modifikasi agar tidak melintas di jalan raya.

“Nanti dicocokan dengan yang punya, ada surat-surat lengkap atau tidak, nomer rangka nomer mesin apa cocok. Ini juga untuk antisipasi apa vespa tersebut merupakan hasil curian atau tidak. Kalau ada suratnya pun kami minta segera dikembalikan ke bentuk aslinya supaya bisa melintas di jalan raya,” jelas Kompol Yudy.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge