0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Solo

Bandung Klaim Sumbang 20 Ribu Suara, Djaswadi Siap Potong Jari

dok.timlo.net/eddy j soetopo
Golkar Solo kubu Agung Laksono deklarasi dukung pasangan Rudy-Purnomo (dok.timlo.net/eddy j soetopo)

Solo — Pengurus DPD II Partai Golkar Solo kubu Aburizal Bakrie (ARB) meyakini dukungan Golkar Solo kubu Agung Laksono ke calon walikota FX Hadi Rudyatmo tidak berdampak signifikan. Di sisi lain, Golkar kubu ARB juga menyoal penggunaan gedung DPD II untuk deklarasi, Senin (7/9) malam.

“Itu bohong (sumbang 20.000 suara). Potong driji gelem (potong jari berani). Dapat 500 suara aja itu wis bejo (dapat 500 suara sudah untung),” kata Sekretaris DPD II Partai Golkar Solo kubu ARB, Djaswadi kepada wartawan, Selasa (8/9).

Untuk diketahui, Senin malam lalu, DPD II Partai Golkar Solo kubu Agung Laksono di bawah komando Bandung Joko Suryono menggelar deklarasi dukungan ke pasangan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo (Rudy-Purnomo) di gedung DPD II Partai Golkar Solo, Srambatan. Bandung mengklaim bisa menyumbang suara sebesar 20.000 suara untuk Rudy-Purnomo.

Deklarasi dukungan dihadiri juga Rudy dan Purnomo. Jauh sebelumnya, Golkar kubu ARB dengan Ketua Atik Wahyuningsih sudah mendukung pasangan Anung Indro Susanto – M. Fajri (AFi), dalam Koalisi Solo Bersama (KSB).

Djaswadi melanjutkan, massa partai beringin di Solo diyakini bakal tetap mendukung pasangan AFi (Anung-Fajri). Dalam waktu dekat, Djaswadi juga bakal menggelar deklarasi dukungan ke AFi.  Deklarasi itu guna memantapkan dukungan Golkar ke pasangan nomor urut 1 tersebut.

Di sisi lain, Djaswadi mempersoalkan penggunaan gedung DPD II oleh Bandung. Penggunaan gedung untuk deklarasi dilakukan tanpa memberi izin. Padahal, sudah ada kesepakatan antara pihak Atik dengan Bandung dimana bisa saling memanfaatkan gedung dengan saling meminta ijin.

“Tidak ada komunikasi sama sekali. Saya juga sudah lapor polisi. Besok malam kami akan rapat pleno menyikapi penggunaan gedung tanpa ijin itu,” ujar dia.

Terpisah, Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Solo kubu Agung Laksono, Lucas Suryantoro membantah tidak meminta izin dalam penggunaan gedung DPD II. Ia menyebut sudah melakukan komunikasi dengan sekretariat DPD II.

“Di sana ada pelaksana sekretariat, Purwanto. Kami komunikasi dengan Purwanto dan tidak ada masalah. Jadi, salah kalau dikatakan tidak ada komunikasi,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge