0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengembangan Mobil Listrik di Indonesia Dianggap Belum Waktunya

dok.merdeka.com

Mobil Listrik

Timlo.net – Mobil listrik buatan anak Indonesia, Selo diakuisisi perusahaan asal Malaysia. Mobil yang dinyatakan gagal uji kelayakan di Indonesia tersebut rencananya akan dikembangkan di Malaysia untuk nantinya akan diproduksi secara massal.

Prototype mobil listrik yang dikembangkan oleh bengkel modifikasi Kupu-kupu Malam Yogyakarta dengan model sport car dengan nama Selo tersebut menghabiskan dana Rp 1,5 Miliar. Jika akan diproduksi massal, harga mobil itu bisa berkurang hingga 30 persen.

Rugikah Indoensia karena Selo ‘diakuisisi’ Malaysia?

Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto, tak masalah Selo diakuisisi Malaysia. Toh menurutnya Malaysia tidak begitu jago dalam hal pembuatan mobil listrik.

“Ya, nggak papa. Lagian Malaysia juga nggak jago-jago amat bikin mobil kan? Gak papa. Kalau pun untuk dijual, siapa yang mau beli? Berapa banyak yang mau beli? Bikin pabrik mobil gak main-main itu, padat modal itu. Yang lebih realistis itu motor listrik karena harganya mungkin bisa terjangkau,” kata Unggul, Kamis (3/9) lalu.

Tak cuma itu, Unggul mengatakan Indonesia saat ini memang belum waktunya mengembangkan mobil listrik, termasuk bagi negara-negara maju. Kalau diproduksi secara massal takutnya mobil-mobil listrik itu tak akan laku.

“Kalau mau jujur, saya katakan belum waktunya. Harusnya tanyakan dulu ke BPPT. Itu kan dari awal adanya mobil listrik untuk step komersialisasi. Jadi begini mobil listrik, kenapa belum waktunya, di negara maju sekalipun mobil listrik belum komersial. Tapi kalau dibikin industri belum waktunya,” ujarnya.

[war]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge