0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kosmetik Ilegal Marak, Masyarakat Harus Hati-Hati

dok.timlo.net/nanang rahadian
Kepala DKK Karanganyar Cucuk Heru Kusumo (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengimbau kepada masyarakat berhati-hati dalam menggunakan produk kosmetik yang ada di pasaran. Kewaspadaan itu dinilai pentintg seiring terbongkarnya gudang obat dan kosmetik ilegal di Baturan, Colomadu beberapa hari yang lalu.

“Jangan asal membeli produk kosmetik, sebaiknya konsultasi dulu dengan ahlinya,” kata Kepala DKK Karanganyar Cucuk Heru Kusumo, Selasa (8/9).

Cucuk mengatakan, sebagian barang yang sebelumnya disimpan di Gudang di Baturan, Colomadu itu sudah terdistribusi. Sehingga tidak menutup kemungkinan obat-obatan dan kosmetik berbahaya itu akan dikonsumsi masyarakat. Cucuk meghimbau agar masyarakat lebih cerdas dalam memilih produk kosmetik atau perawatan tubuh.

“Lebih baik kalau mau beli obat di tempat yang pasti, misal toko obat atau apotik yang telah terdaftar, itu lebih aman dan lebih terjamin,” kata Cucuk.

Masyarakat diharapkan tidak asal dalam melakukan perawatan tubuh maupun perawatan kecantikan. Masyarakat lebih baik memilih klinik kecantikan yang sudah terdaftar dan sudah memiliki kredibilitas. Selain itu yang terpenting adalah tempat perawatan kecantikan itu memiliki dokter penanggungjawab. Selain itu ada apoteker yang mengetahui tentang seluk-beluk obat-obatan yang digunbakan untuk perawatan.

“Apalagi perawatan tubuh di salon kecantikan yang tidak ada penanggungjawab dokternya. kalau memang mau perawatan ya silahkan ke klinik kecantikan,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Farmasi dan Napsa, DKK Karanganyar, Anik Dwiyanti, meminta agar masyarakat mengonsumsi obat sesuai aturan dan peruntukkannya. Masyarakat tidak boleh menyalahgunakan obat-obatan yang dijual bebas untuk kepentingan tertentu. Pasalnya hal itu bisa membuat kondisi tubuh justru menurun dan berefek buruk di kemudian hari.

“Biasanya kan ada orang yang minum obat batuk dengan dosis yang tinggi untuk kepentingan tertentu, lebih baik speerti itu jangan dilakukan,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge