0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pekerja Tewas Tertimbun Material Longsoran Pondasi Jembatan

ilustrasi mayat (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sebuah insiden terjadi di proyek pembangunan jembatan Muarasari, Kota Bogor, Jawa Barat. Seorang pekerja tewas tertimbun material longsoran saat sedang mengerjakan pondasi jembatan.

Korban tewas itu adalah Suhadi (30). Dia salah satu pekerja proyek pembangunan jembatan Muarasari yang terletak di RT 1/RW 3, Kecamatan Bogor Selatan.

Menurut Marna (40) pekerja asal Sukabumi dan salah satu rekan korban, mereka sudah memulai proyek pembangunan jembatan selama 13 hari. Hari ini mereka sedang mengerjakan lubang keenam, atau lubang pondasi terakhir.

“Tugas Suhadi memang menggali lubang ini, dibantu satu orang yang berada di atas. Selama menggali lubang yang lainnya tidak ada masalah. Baru kali ini kejadian,” kata Marna, Senin (7/9).

Marna mengatakan, tanah di sekitar lokasi lubang menyerupai sumur itu agak labil. Tanah itu ambruk hingga menimbun lubang sedang dikerjakan oleh korban.

Tim evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor juga susah payah mengangkat jenazah Suhadi. Mereka harus berjuang lima jam guna mengangkat jasad Suhadi.

“Ada kesulitan medan, karena lubang galian diameternya kecil dan dalamnya hampir 5,5 meter. Lokasinya sulit diakses, jadi evakuasi dilakukan dengan cara tradisional menggunakan alat seadanya,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor, Budi Hendrawan.

Budi mengatakan, sebanyak 20 orang anggota BPBD terdiri dari Pemadam Kebakaran, Tagana, PMI dan Tim Reaksi Cepat dikerahkan dalam proses evakuasi. Menurut dia, proses evakuasi dilakukan mulai pukul 11.00 WIB. Jasad korban ditemukan dalam posisi duduk terkubur material tanah dan batu-batuan.

“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.15 WIB, dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar Budi.

Jembatan itu merupakan proyek pembangunan milik Pemerintah Kota Bogor. Jembatan menghubungkan perkampungan warga di Kelurahan Muarasari ke Jalan Raya Tajur.

Jembatan memiliki spesifikasi panjang 15 meter dan lebar lima meter, masa kerja selama 120 hari, dengan anggaran senilai Rp 688 juta. Pemborongnya adalah CV Fadillah.

Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama, dan disaksikan ratusan warga yang datang berbondong-bondong ke lokasi. Akibat ramainya warga yang berdatangan, membuat arus lalu lintas di jalan Raya Tajur menjadi tersendat selama hampir enam jam.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge