0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terdakwa Pembunuhan di Kerten Mulai Disidang

DSC_2922
()

Solo — Sidang perdana kasus pembunuhan di kawasan Kerten, Laweyan dengan terdakwa, Andang Yunardo (54) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (7/9) siang. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

“Dakwaan primer Pasal 338 tentang pembunuhan dan dakwaan subsider Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga korban meninggal,” terang JPU, Ari Panca membacakan dakwaannya.

Pihaknya menilai, tindakan menghilangkan nyawa seseorang yang diiilakukan terdakwa adalah salah. Meski didasari dengan alasan apapun.

Sementara, kuasa hukum terdakwa, Hotma Sitompul saat membacakan eksepsi terdakwa mengatakan, yang dilakukan terdakwa hanya semata-mata membela diri. Bukan atas unsur ingin membunuh. Disamping itu juga, terdakwa merupakan “korban dari si korban” yang sebelumnya telah diancam akan dibunuh.

“Terdakwa tidak memiliki keinginan untuk membunuh, melainkan mempertahankan diri,” terangnya.

Setelah mendengarkan pernyataan dari kedua belah pihak, sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Mion Ginting akhirnya ditutup dan dilanjutkan pada Rabu (9/9) mendatang dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi pembunuhan di kawasan Jl Samratulangi Gang Walet 1, Kerten, Laweyan pada Senin (18/5) sekitar pukul 12.30 WIB. Tersangka, Andang Yunardo (54), warga RT 2/ RW II Kerten, Laweyan, Solo yang nekat membunuh tetangganya sendiri, Rudi Giartono alias Gambeng (45) dengan menusukkan pisau ke dada korban.

Peristiwa bermula, saat tersangka sedang melintas di rumah korban. Pelaku tiba-tiba dikejar oleh korban dengan membawa pedang, tetapi ia berhasil lolos kemudian lari ke warung membeli rokok. Tersangka setelah itu pulang melalui jalan belakang rumah, tetapi korban tiba-tiba datang dengan mengendarai motor menabrak dari belakang. Korban ternyata sebelumnya kembali pulang mengambil belati yang diselipkan di pinggangnya untuk menghadang tersangka.

Korban setelah menabrak pelaku kemudian turun dari kendaraan dan memukulnya. Tersangka mengambil batu bata dan dipukulkan mengenai dada korban. Korban kemudian mengeluarkan belati, sedangkan tersangka berusaha merebut senjata tajam itu. Pisau belati yang dipegang oleh korban tiba-tiba terjatuh dan direbut tersangka, kemudian ditusukkan ke bagian perut dan dada korban hingga tewas di lokasi kejadian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge