0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengguna Keluhkan Adanya Teror Pengemudi GrabTaxi, GrabBike dan Go-Jek

SMS teror GrabTaxi

Dok: Timlo.net/Facebook

SMS teror GrabTaxi

Timlo.net—Adanya layanan seperti GrabTaxi, GrabBike dan Go-Jek memang memberikan lebih banyak alternatif bagi masyarakat untuk memilih transportasi umum. Ketiganya menawarkan kepraktisan yang lebih karena masyarakat yang ingin menggunakan layanan ketiga jasa transportasi itu bisa memesan lewat aplikasi yang ada di BlackBerry, iPhone dan Android.

Namun, rupanya kemudahan ini juga membawa masalah. Paling tidak hal ini dialami oleh beberapa pengguna yang merasa privasi mereka dilanggar oleh pengemudi GrabTaxi, GrabBike dan Go-Jek.

Bila seseorang ingin menggunakan Go-Jek, GrabBike atau GrabTaxi, dia menggunakan aplikasi yang terinstal di smartphonenya. Nama, nomor ponsel dan rute pengantaran yang dia inginkan akan dikirim ke pengendara. Setelah itu, pengendara Go-Jek/GrabBike/GrabTaxi bisa menghubungi orang tersebut untuk mengkonfirmasi titik jemput. Jadi para pengendara ini tahu nama, nomor telepon, alamat rumah atau kantor pengguna jika dia pernah meminta diantara ke salah satu lokasi itu.

Tentunya tidak hanya pengendara Go-Jek, GrabBike dan GrabTaxi yang mengumpulkan data para pengguna. Berbagai layanan lain di Indonesia juga mengumpulkan data para pengguna mereka. Tapi hal ini menjadi masalah besar, saat penyedia jasa menggunakan data pengguna untuk meneror.

Seorang pengguna Facebook mengeluhkan pengalaman tidak menyenangkan yang dia alami saat dia memesan GrabTaxi. “Saya memesan GrabTaxi, menelepon dua kali. Dia terjebak macet, akhirnya (saya) batalkan karena saya terburu-buru dan (saya) memperoleh pesan menjijikkan ini. Dia (pengemudi GrabTaxi—red) cukup pintar karena menggunakan nomor lain, tapi tidak ada orang lain yang tahu ke mana saya pergi kecuali sang sopir GrabTaxi,” tulisnya di Facebook.

Dia menyertakan pesan yang diduga dikirim sopir GrabTaxi itu dalam bentuk gambar screenshot. Dari sebuah forum di Kaskus, terungkap teror lain juga dialami para pengguna lain karena alasan yang berbeda. Misalnya beberapa pengguna mengaku diteror pengendara Go-Jek lewat sebuah SMS karena mereka memberikan review yang buruk terhadap sang pengendara.

Rupanya, menurut TechInAsia.com, rupanya sistem review yang dimiliki Go-Jek tidak dibuat anonim. Para pengendara langsung menerima notifikasi atau pemberitahuan tentang review yang mereka dapat dari penumpang yang mereka layani. Dalam sebuah artikel yang ditulis TechInAsia.com terlihat seorang pengendara gojek meneror seorang pengguna karena menulis review buruk. Sang pengemudi bahkan mengaku sudah berada di rumah sang pengguna dan mengajak perang.

Kejadian berbeda dilaporkan oleh situs Aitinesia.com. Situs itu menceritakan kisah salah seorang pengguna GrabBike yang kebetulan adalah seorang perempuan. Pengguna itu tidak memberikan review buruk, tapi dia mendapat SMS dari pengemudi GrabBike. SMS yang dia terima bukanlah SMS ancaman, tapi SMS dengan kata-kata yang bernada menggoda.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge